Ganjar Buka Suara soal Hubungan Jokowi dan Megawati
2 mins read

Ganjar Buka Suara soal Hubungan Jokowi dan Megawati

On Berita – Jakarta – Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menanggapi pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai hubungannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan Jokowi kepada Achmad Hidayat, mantan kader PDIP yang bertemu dengannya di Solo.

Ganjar memilih tidak memperpanjang persoalan tersebut. Ia mengatakan Jokowi sendiri telah menyampaikan bahwa tidak ada persoalan dengan Megawati.

“Kan beliau bilang tidak ada masalah. Ya tidak perlu tanggapan,” kata Ganjar kepada wartawan, Senin (14/09/2026).

Menurut Ganjar, persoalan hubungan antarindividu perlu dibedakan dari kepentingan politik.

Ia mengingatkan agar setiap pihak dapat menempatkan persoalan politik dan hubungan personal secara proporsional.

“Saya kira kita semua bisa menempatkan diri mana urusan politik, mana hubungan antarindividu,” sambungnya.

Ganjar juga mengajak seluruh kader PDIP untuk mengarahkan perhatian pada berbagai persoalan yang dinilai lebih mendesak.

Ia menyoroti perkembangan geopolitik global yang berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Buat PDI Perjuangan yang utama, mari kita kerahkan semua kekuatan untuk menghadapi situasi yang kurang baik pada saat ini: kondisi geopolitik global yang berdampak pada ekonomi nasional, banyaknya bencana yang perlu perhatian semua pihak, dan soal kesejahteraan rakyat yang hari ini banyak dipersoalkan,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya pertemuan antara Jokowi dan Megawati, Ganjar tidak memberikan kepastian.

Ia hanya menyebut terdapat berbagai kesempatan yang memungkinkan para tokoh politik bertemu.

“Banyak momen tokoh-tokoh politik bisa bertemu,” ujarnya.

Sebelumnya, Achmad Hidayat bertemu dengan Jokowi di kediamannya di Solo.

Pertemuan tersebut kemudian berujung pada keputusan DPP PDIP yang memecat Hidayat dari keanggotaan partai.

DPP PDI Perjuangan menetapkan pemecatan Achmad Hidayat, yang merupakan kader DPC PDIP Surabaya, pada 4 September 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah Hidayat menemui Jokowi dan menyuarakan rehabilitasi status keanggotaan mantan presiden tersebut di PDIP.

Hidayat mengatakan pertemuannya dengan Jokowi berlangsung dalam suasana silaturahmi.

Dalam kesempatan itu, ia juga berfoto dan sempat menanyakan mengenai hubungan kebangsaan.

Dari pertemuan tersebut, Hidayat kemudian menyampaikan kepada DPP PDIP mengenai pernyataan Jokowi terkait hubungannya dengan Megawati.

“Sekalipun ngobrolnya berdua dengan saya, penyampaiannya (Jokowi) ‘Saya tidak ada masalah dengan Ibu Mega, dan suatu saat nanti mesti akan ketemu.’ Nah, hanya ngobrol itu saja yang saya ungkapkan ke DPP,” ceritanya.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi bagian dari informasi yang muncul di tengah dinamika hubungan politik antara Jokowi dan PDIP.

Sementara itu, Ganjar menegaskan pentingnya membedakan persoalan politik dengan hubungan personal dan mengarahkan perhatian partai pada persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

#OnBerita #GanjarPranowo #PDIP #Jokowi #Megawati #JokoWidodo #PolitikIndonesia #PolitikNasional #PDIPerjuangan #BeritaPolitik #AchmadHidayat

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *