Rupiah Melemah ke Rp17.669 per Dolar AS, Investor Cermati Inflasi AS
2 mins read

Rupiah Melemah ke Rp17.669 per Dolar AS, Investor Cermati Inflasi AS

On Berita – Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin.

Rupiah tercatat turun 58 poin atau 0,33 persen ke level Rp17.669 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.611 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai tekanan terhadap rupiah salah satunya dipengaruhi kenaikan Consumer Price Index (CPI) atau indeks harga konsumen AS.

“Data inflasi bulan Agustus menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen inti sebesar 0,3 persen secara bulanan (tidak termasuk biaya pangan dan energi),” ucap Ibrahim kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Mengutip Xinhua, kenaikan CPI AS secara tahunan mencapai 3,4 persen. Sementara itu, CPI inti yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi tercatat sebesar 2,4 persen.

Menurut Ibrahim, perkembangan inflasi tersebut turut memperkuat ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Pasar memperkirakan bank sentral AS berpotensi menaikkan suku bunga dalam pertemuan yang berlangsung pada pekan ini.

Pasar disebut telah memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 88 persen.

Perubahan ekspektasi tersebut menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar karena kebijakan suku bunga AS dapat memengaruhi pergerakan dolar dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Ibrahim juga menyoroti dinamika politik yang menyertai kebijakan The Fed. Presiden AS Donald Trump kembali menyerukan agar suku bunga diturunkan pada Minggu (13/09/2026), sekaligus melanjutkan kritiknya terhadap kebijakan bank sentral AS.

“Kenaikan suku bunga juga dapat memicu ketegangan politik bagi The Fed. Presiden Donald Trump kembali menyerukan penurunan suku bunga pada hari Minggu (13/9), melanjutkan kritik terbarunya terhadap sikap kebijakan bank sentral tersebut,” ungkap dia.

Pelemahan rupiah juga tercermin dalam pergerakan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia.

Pada perdagangan hari ini, JISDOR berada di level Rp17.635 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi sebelumnya yang tercatat Rp17.611 per dolar AS.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar seiring perkembangan data inflasi AS dan keputusan kebijakan moneter The Fed.

#OnBerita #Rupiah #NilaiTukar #RupiahHariIni #DolarAS #USDIDR #Ekonomi #EkonomiIndonesia #InflasiAS #CPI #TheFed #SukuBunga #PasarKeuangan

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *