KOMPAS-RI Gelar Aksi di KPK, Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Cirauci II
ONBERITA Jakarta, – Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (KOMPAS-RI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Senin (27/7).
Aksi ini merupakan bentuk dorongan kepada KPK agar menangani secara serius dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Pembangunan Jembatan Cirauci II, Kabupaten Buton Utara,
Tahun Anggaran 2021.Dalam aksi tersebut, massa menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan secara profesional, transparan, independen, dan tanpa pandang bulu.
Mereka menilai setiap dugaan penyimpangan penggunaan anggaran negara harus diusut hingga tuntas demi menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
KOMPAS-RI menyampaikan tiga tuntutan utama kepada KPK, yaitu:
1. Mendesak KPK RI melakukan koordinasi dan supervisi terhadap penanganan dugaan tindak pidana korupsi proyek Pembangunan Jembatan Cirauci II Kabupaten Buton Utara Tahun Anggaran 2021 guna memastikan proses penegakan hukum berjalan profesional, transparan, dan bebas dari intervensi.
2. Mendesak KPK RI memanggil dan meminta keterangan Ir. Burhanuddin, M.Si., terkait dugaan keterlibatannya dalam perkara tersebut, mengingat pada saat proyek dilaksanakan yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara, sehingga seluruh peran dan tanggung jawabnya dalam proyek perlu didalami sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
3. Mendesak KPK RI mengusut secara menyeluruh seluruh pihak yang diduga terlibat berdasarkan alat bukti yang sah serta memastikan proses hukum berjalan tanpa adanya perlakuan istimewa terhadap siapa pun.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Bung Mike, menegaskan bahwa aksi ini bukan ditujukan untuk menghakimi seseorang, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial agar proses penegakan hukum berjalan sesuai prinsip keadilan dan supremasi hukum.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa setiap dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara mendapatkan perhatian serius dari aparat penegak hukum.
Kami berharap KPK bekerja secara independen, profesional, dan menuntaskan perkara ini berdasarkan fakta serta alat bukti yang sah, tanpa pandang bulu,” ujar Bung Mike.
KOMPAS-RI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal proses pemberantasan korupsi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
“Korupsi merampas hak rakyat. Karena itu, penegakan hukum yang adil dan konsisten merupakan harapan seluruh masyarakat Indonesia.
”Kontak Media:
Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (KOMPAS-RI)
Korlap: Bung Mike
HP: 0877-8472-3605
#UsutTuntas #HukumJanganTumpul #KPKBekerja #RakyatMengawal #LawanKorupsi #KOMPASRI
