Latest News

2 mins read

PERMAHI Jakarta Selatan Soroti Pentingnya Transparansi dalam Pengungkapan Kasus Judi Berkedok Arena Permainan

ONBERITA — Jakarta, (19 Juni 2026) – Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Jakarta Selatan menyoroti pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengungkapan kasus dugaan perjudian berkedok arena permainan keluarga yang ditangani Polda Metro Jaya. Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (DIRLKBH) PERMAHI Jakarta Selatan, Gregorio Buan Reko, menegaskan bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak hanya […]
2 mins read

Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (KOMPAS-RI) Laporkan Dugaan Keterkaitan Puteri Komaruddin dalam Perkara Dana CSR BI-OJK ke KPK

ONBERITA — Jakarta, 26 Juni 2026 – Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (KOMPAS-RI) mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyampaikan laporan masyarakat terkait dugaan keterkaitan Puteri Komaruddin dalam perkara dugaan korupsi penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal […]
2 mins read

Presiden Sebut Produksi Beras dan Jagung RI Tertinggi Sepanjang Sejarah

Jakarta – Presiden Republik Indonesia menyatakan bahwa produksi beras dan jagung nasional saat ini mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian di berbagai daerah. Menurut Presiden, peningkatan produksi pangan tersebut merupakan hasil dari berbagai program pemerintah, mulai dari perluasan lahan […]
Ngaji Sarengan Hadirkan Program Ngaji Private Online untuk Anak dan Dewasa

Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari, kebutuhan untuk mempelajari Al-Qur'an dan ilmu agama tetap menjadi prioritas bagi banyak keluarga Muslim. Menjawab kebutuhan tersebut, Ngaji Sarengan menghadirkan program Ngaji Private Online yang dapat diikuti oleh anak-anak maupun orang dewasa dari mana saja.

Program ini dirancang secara khusus dengan sistem pembelajaran privat, yaitu satu murid dan satu guru, sehingga proses belajar menjadi lebih fokus, nyaman, dan efektif. Kegiatan belajar dilakukan secara daring melalui platform Zoom atau Google Meet dengan didampingi guru yang berpengalaman di bidangnya.

Materi yang diajarkan cukup lengkap, mulai dari membaca Al-Qur'an dan Iqro, Tilawati, Qira'ati, hingga program menghafal Al-Qur'an. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pembelajaran mengenai Sirah Nabawiyah, doa-doa harian, serta pemahaman dasar akidah, akhlak, dan fiqih yang penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur'an, program ini juga bertujuan membentuk karakter Islami serta meningkatkan kecintaan peserta terhadap ajaran agama. Dengan metode pembelajaran yang fleksibel, peserta dapat menyesuaikan jadwal belajar sesuai kebutuhan tanpa harus meninggalkan aktivitas utama mereka.

Untuk biaya pendaftaran, Ngaji Sarengan menawarkan paket yang terjangkau. Program anak tersedia mulai dari Rp175.000 untuk 4 kali pertemuan, Rp325.000 untuk 8 kali pertemuan, dan Rp450.000 untuk 12 kali pertemuan. Sementara program dewasa tersedia mulai dari Rp200.000 untuk 4 kali pertemuan, Rp350.000 untuk 8 kali pertemuan, dan Rp480.000 untuk 12 kali pertemuan. Setiap pertemuan berlangsung selama 45 menit.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas pendidikan, peserta akan dibimbing oleh guru-guru berpengalaman dan berkesempatan memperoleh sertifikat sebagai bukti keikutsertaan program. Dengan berbagai keunggulan tersebut, Ngaji Sarengan menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin belajar Al-Qur'an dan ilmu agama secara mudah, nyaman, dan berkualitas dari rumah.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau mendaftarkan diri, dapat menghubungi WhatsApp 087769375840, mengikuti Instagram @ngajisarengan atau mengunjungi website: www.ngajisarengan.com

"Belajar Al-Qur'an lebih mudah, lebih dekat, dan lebih bermakna bersama Ngaji Sarengan."

Features and Events

2 mins read

Kecewakan Akademisi dan Masyarakat Luas, KOSASI Desak Presiden Copot Zita Anjani dari Jabatan Utusan Khusus Presiden

Koalisi Indonesia Anti Korupsi (KOSASI) melayangkan desakan keras kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Zita Anjani dari jabatan Utusan Khusus Presiden. Desakan ini muncul setelah Zita dinilai abai terhadap tugasnya dan mengecewakan publik, usai tidak menghadiri Seminar Nasional Magister Pariwisata Unpad 2025 bertema “Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital: Mewujudkan Industri Berdaya Saing, Inklusif, dan Ramah Iklim dalam Kerangka SDGs.”

Menurut KOSASI, ketidakhadiran Zita dalam forum penting yang melibatkan akademisi, mahasiswa, hingga pelaku industri pariwisata tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap amanah sebagai pembantu Presiden.

“Seorang Utusan Khusus Presiden tidak hanya menerima mandat simbolik, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan program pembangunan berjalan. Ketidakhadiran Zita Anjani di forum nasional yang strategis telah mencederai kepercayaan publik, khususnya kalangan akademisi dan masyarakat luas,” tegas Rizki Abdul Rahman Wahid, Direktur Eksekutif KOSASI, Senin (15/9).

KOSASI menyoroti bahwa Utusan Khusus Presiden mendapatkan hak keuangan setingkat pejabat menteri, sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 137 Tahun 2024 tentang Penasihat Khusus, Utusan Khusus Presiden, Staf Khusus Presiden, dan Staf Khusus Wakil Presiden.

Berdasarkan aturan tersebut, gaji pokok pejabat menteri merujuk pada PP Nomor 60 Tahun 2000 serta Keppres Nomor 68 Tahun 2001, yang mencakup gaji pokok Rp5.040.000 per bulan dan tunjangan jabatan Rp13.608.000 per bulan. Sehingga total pendapatan dasar mencapai Rp18.648.000 per bulan, belum termasuk tunjangan tambahan, dana operasional, perjalanan dinas, hingga fasilitas transportasi, tempat tinggal, kesehatan, dan tim pendukung.

“Dengan segala fasilitas setingkat menteri, publik berhak menuntut kinerja maksimal. Abai terhadap tugas adalah bentuk pemborosan uang negara sekaligus pelecehan terhadap amanah publik,” lanjut Rizki.

KOSASI menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto harus bersikap tegas dan tidak membiarkan aparatur negara yang lalai terus bertahan dalam jabatan penting.

“Kita butuh pejabat yang betul-betul hadir, bekerja, dan berpihak pada rakyat. Jika Zita Anjani sudah terbukti mengabaikan tanggung jawab, maka langkah paling tepat adalah pencopotan dari jabatan Utusan Khusus Presiden,” tutup Rizki Abdul Rahman Wahid.