PBNU Perkuat Ekonomi Akar Rumput Bersama Ormas Lintas Agama
2 mins read

PBNU Perkuat Ekonomi Akar Rumput Bersama Ormas Lintas Agama

On Berita – Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkuat kolaborasi lintas agama guna membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Upaya ini dibahas dalam pertemuan bersama sejumlah organisasi keagamaan, seperti Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yang digelar di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada Senin (4/5/2026).

Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Alissa Qatrunnada Wahid, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menitikberatkan pada penguatan ketahanan sosial ekonomi masyarakat, khususnya melalui pendekatan berbasis lingkungan.

“Kita saat ini sedang mengembangkan pertahanan sosial ekonomi masyarakat, terutama dari sisi lingkungan,” ujar Alissa usai kegiatan.

Fokus pada Kemandirian Energi Masyarakat

Salah satu isu utama yang dibahas dalam forum tersebut adalah upaya mendorong kemandirian energi di tingkat masyarakat. Menurut Alissa, ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional menjadi salah satu tantangan yang harus diatasi agar masyarakat lebih tahan terhadap gejolak ekonomi.

“Jadi, misalnya, soal energi supaya tidak terdampak oleh energi bahan bakar. Hal-hal seperti itu yang kita fokuskan,” jelasnya.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan sekaligus mengurangi kerentanan masyarakat terhadap fluktuasi harga energi global.

Perkuat Kapasitas Ekonomi Warga NU

Selain aspek energi, PBNU juga menargetkan peningkatan kapasitas ekonomi warga di tingkat akar rumput.

Program yang dirancang diharapkan mampu mendorong produktivitas masyarakat serta menciptakan ketahanan ekonomi jangka panjang.

“Kita ingin mempersiapkan warga NU di tingkat akar rumput supaya mereka punya daya tahan yang lebih baik, punya kapasitas ekonomi jadi lebih produktif secara ekonomi,” kata Alissa.

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga pembangunan sistem ekonomi berbasis komunitas yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Agama dan Ormas Besar

Dalam pelaksanaannya, PBNU tidak berjalan sendiri.

Organisasi ini membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga keagamaan dan organisasi besar di Indonesia, termasuk kalangan gereja Katolik dan Protestan, serta Muhammadiyah.

Alissa menilai bahwa kekuatan jaringan organisasi-organisasi tersebut menjadi modal penting dalam menjangkau masyarakat secara luas.

“Jadi, dengan gereja Katolik, gereja Kristen protestan itu mereka yang paling besar. Kita juga ingin membangun kerja sama dengan Muhammadiyah, karena daya jangkau paling besar di Indonesia itu mereka,” tegasnya.

Kolaborasi lintas agama ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Dorongan Ketahanan Sosial Berbasis Komunitas

Langkah PBNU bersama organisasi lintas agama ini mencerminkan pendekatan inklusif dalam pembangunan sosial ekonomi.

Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan yang lebih kuat di tingkat komunitas.

Selain itu, kerja sama lintas sektor ini juga menjadi contoh bahwa isu kesejahteraan masyarakat dapat menjadi titik temu antarorganisasi, tanpa memandang latar belakang agama.

#OnBerita #PBNU #KetahananEkonomi #LintasAgama #KemandirianEnergi #EkonomiRakyat

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *