PC PMII Jakarta Pusat Serukan #SAVEPMII di Rakorda DKI, Soroti Kepemimpinan PB PMII
ONBERITA — Jakarta — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jakarta Pusat menilai kepemimpinan Ketua Umum Pengurus Besar PMII hari ini gagal menjalankan mandat organisasi dan gagal menjaga marwah perjuangan PMII sebagai organisasi kader, organisasi intelektual, dan organisasi pergerakan.
Momentum Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PMII DKI Jakarta menjadi titik konsolidasi kader untuk menyampaikan kegelisahan terhadap arah organisasi yang dinilai semakin jauh dari cita-cita perjuangan PMII.
Di bawah kepemimpinan PB PMII saat ini, organisasi dianggap kehilangan orientasi ideologis dan semakin tenggelam dalam pragmatisme politik yang mematikan tradisi intelektual kader.
PC PMII Jakarta Pusat menilai bahwa kepemimpinan PB PMII tidak mampu menghadirkan arah kaderisasi yang jelas, gagal merawat budaya kritik, serta tidak menunjukkan keberpihakan nyata terhadap persoalan rakyat dan krisis sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Ketua PC PMII Jakarta Pusat, Mu’ammar Rizal Fauzi, menegaskan bahwa kritik ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kader terhadap masa depan organisasi.
“Kami melihat PB PMII hari ini gagal menjalankan mandat organisasi. PMII kehilangan daya kritisnya, kehilangan keberanian politiknya, dan semakin jauh dari denyut perjuangan rakyat.
Organisasi sebesar PMII tidak boleh dikelola dengan orientasi pragmatis dan kepentingan elit semata,” tegasnya.
Menurutnya, PMII saat ini menghadapi krisis serius.
Kaderisasi mengalami degradasi kualitas, forum-forum intelektual kehilangan substansi, dan banyak kader mulai apatis karena organisasi tidak lagi memberikan arah perjuangan yang jelas.
Di saat rakyat menghadapi mahalnya pendidikan, meningkatnya pengangguran, krisis demokrasi, serta ketimpangan sosial yang semakin tajam di Jakarta dan berbagai daerah, PB PMII justru dinilai gagal menghadirkan gerakan nasional yang berpihak kepada rakyat.
“PMII tidak dibangun untuk menjadi alat legitimasi kekuasaan.
PMII lahir dari tradisi perlawanan, tradisi intelektual, dan keberpihakan kepada kaum tertindas.
Ketika kepemimpinan organisasi kehilangan arah itu, maka kader wajib mengingatkan,” lanjutnya.
Karena itu, melalui momentum Rakorda DKI Jakarta, PC PMII Jakarta Pusat menyerukan gerakan moral #SAVEPMII sebagai upaya menyelamatkan organisasi dari krisis moral, krisis intelektual, dan pembusukan gerakan kader.
Gerakan ini menjadi ajakan kepada seluruh kader PMII di Indonesia untuk kembali merebut marwah organisasi, menghidupkan tradisi intelektual, memperkuat kaderisasi ideologis, serta menjaga independensi PMII dari kepentingan pragmatis yang merusak arah perjuangan.
PC PMII Jakarta Pusat menegaskan bahwa kritik terhadap PB PMII bukanlah bentuk permusuhan personal, melainkan bentuk kecintaan terhadap organisasi agar PMII tidak kehilangan relevansi sejarahnya di tengah krisis bangsa hari ini.
#ONBERITA #PMII #PBPMII #RakordaPMII #PMIIDKI #Jakarta #Mahasiswa #OrganisasiMahasiswa #Pergerakan #BeritaNasional
#SAVEPMII
Selamatkan Organisasi dari Pragmatisme!
Hidupkan Tradisi Kritis dan Intelektual!
Kembalikan PMII ke Jalan Perjuangan Rakyat!
