Ketua Umum PBNU Dorong Pesantren di Kalsel Wujudkan “Pesantrenku Aman”
2 mins read

Ketua Umum PBNU Dorong Pesantren di Kalsel Wujudkan “Pesantrenku Aman”

ONBERITA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mendorong pesantren di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memperkuat standar keamanan dan sistem pengasuhan melalui gerakan “Pesantrenku Aman”.

Dorongan tersebut disampaikan Gus Yahya saat berada di Pondok Pesantren Darul Ilmi, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi, identifikasi kebutuhan, kerja sama antarpesantren, serta pendampingan organisasi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi santri.

Menurut Gus Yahya, gerakan “Pesantrenku Aman” merupakan bagian dari tanggung jawab utama NU terhadap pesantren. Ia menjelaskan bahwa pesantren yang aman adalah lingkungan pendidikan yang mampu melindungi santri dari berbagai persoalan yang tidak diinginkan oleh orang tua maupun wali santri.

Untuk mewujudkannya, diperlukan pembenahan di berbagai aspek, mulai dari kurikulum, sistem pengasuhan, metode pendidikan, hingga bangunan dan infrastruktur yang menunjang keselamatan santri. PBNU melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU juga akan memberikan pendampingan kepada pesantren-pesantren.

Gus Yahya menekankan bahwa tanggung jawab pesantren sangat besar karena ketika orang tua menitipkan anaknya kepada pesantren, sebagian tanggung jawab pengasuhan dipercayakan kepada kiai dan pengelola pesantren selama 24 jam. Karena itu, amanah dari para wali santri harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Selain aspek keamanan, Gus Yahya juga mengingatkan pentingnya mempertahankan tradisi pendidikan pesantren sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Santri dinilai perlu mendapatkan pendidikan yang tidak hanya mencakup Al-Qur’an dan kitab-kitab keagamaan, tetapi juga ilmu pengetahuan umum seperti matematika, fisika, dan biologi.

Menurutnya, pengembangan pesantren membutuhkan pemikiran yang matang, terutama dalam menghadapi kebutuhan pendidikan yang semakin luas, jumlah santri yang besar, serta tuntutan terhadap sistem pengasuhan dan fasilitas yang memadai.

Karena itu, PBNU mengajak pesantren untuk saling bekerja sama, bertukar pengalaman, dan saling membantu dalam memenuhi kebutuhan masing-masing. Dengan kolaborasi tersebut, berbagai tantangan yang dihadapi pesantren diharapkan dapat ditangani secara bersama-sama.

Gus Yahya menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi penting dalam perjalanan NU. Oleh sebab itu, penguatan keamanan, kualitas pendidikan, dan sistem pengasuhan pesantren menjadi salah satu perhatian utama organisasi.

#PBNU #GusYahya #PesantrenkuAman #Pesantren #Kalsel #Banjarbaru #RMI NU #Santri #NahdlatulUlama #PendidikanIslam #ONBERITA

Penulis: Woko Baruno

Editor: Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *