Kemenaker Siapkan Peluang Kerja Disabilitas, 50 Perusahaan Siap Terlibat
On Berita – Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus memperluas akses dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui peningkatan kompetensi serta penguatan kerja sama dengan dunia usaha.
Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah mengembangkan Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) di sejumlah daerah.
Balai tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan pelatihan, tetapi juga mempersiapkan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Salah satu BPKK yang menjalankan program tersebut berada di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Saat ini, sekitar 40 penyandang disabilitas mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kemampuan sebelum memasuki dunia kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan peningkatan kompetensi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
“Isu paling penting yang sedang diperjuangkan saat ini adalah pelatihan dan pembekalan terkait penyandang disabilitas agar mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Yassierli dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (7/8/2026).
Menurut Yassierli, pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi penyandang disabilitas untuk lebih siap menghadapi kebutuhan industri.
Kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja menjadi salah satu faktor penting agar kesempatan yang tersedia dapat diisi oleh tenaga kerja yang memiliki kemampuan memadai.
Selain menyelenggarakan pelatihan, BPKK Kendari juga memperkuat hubungan dengan sektor usaha.
Salah satu bentuknya dilakukan melalui kegiatan strategis di Makassar yang mempertemukan 50 perusahaan yang menyatakan komitmennya untuk membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan dengan kebutuhan industri.
Para penyandang disabilitas yang mengikuti program peningkatan kompetensi nantinya diarahkan untuk memperoleh kesempatan bekerja di sektor industri ringan.
Kerja sama dengan perusahaan dinilai penting agar program pelatihan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan.
Dengan adanya keterlibatan dunia usaha, pelatihan diharapkan dapat memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan lapangan kerja.
Kemenaker juga mendorong agar keberadaan BPKK di berbagai wilayah Indonesia memiliki peran yang lebih luas.
Balai tidak hanya menjadi tempat masyarakat memperoleh keterampilan, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara pencari kerja, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Yassierli berharap BPKK mampu mengoptimalkan fungsi tersebut untuk memperluas kesempatan kerja masyarakat di wilayah masing-masing.
“Balai ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelatihan, tetapi juga motor penggerak kolaborasi untuk masyarakat di wilayah kerjanya melalui berbagai tugas dan fungsi yang maksimal,” kata dia.
Melalui penguatan pelatihan dan kolaborasi dengan perusahaan, pemerintah berupaya memastikan penyandang disabilitas memiliki akses yang lebih luas untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memasuki pasar kerja.
Langkah tersebut juga menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menciptakan kesempatan kerja yang lebih inklusif.
#OnBerita #Kemenaker #PenyandangDisabilitas #KesempatanKerja #LapanganKerja #TenagaKerja #BPKK #Disabilitas #PelatihanKerja #Ketenagakerjaan #Inklusi #BeritaNasional
Penulis : Rizky Saptanugraha
Editor : Ali Ramadhan
