Penularan Hantavirus dari Tikus ke Manusia, Ini Cara Utama yang Sering Terjadi di Rumah
1 min read

Penularan Hantavirus dari Tikus ke Manusia, Ini Cara Utama yang Sering Terjadi di Rumah

ON BERITAJakarta — Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus, ke manusia. Meski tergolong jarang, infeksi ini dapat berbahaya karena berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan serius jika tidak ditangani dengan cepat.

Penularan virus ini kerap terjadi tanpa disadari, terutama di lingkungan rumah yang kurang terjaga kebersihannya.

Sumber Utama Penularan

Hantavirus berasal dari tikus liar yang terinfeksi. Virus ini dapat ditemukan dalam:

  • Urine tikus
  • Kotoran tikus
  • Air liur tikus

Tanpa kontak langsung pun, manusia tetap bisa terpapar virus ini.

Cara Penularan yang Paling Sering Terjadi

Penularan hantavirus paling umum terjadi melalui udara yang terkontaminasi. Berikut penjelasannya:

1. Menghirup Debu Terkontaminasi

Ketika kotoran atau urine tikus mengering, partikel virus bisa bercampur dengan debu.

Saat seseorang menyapu atau membersihkan area tersebut, debu bisa terhirup dan masuk ke tubuh.

2. Kontak dengan Permukaan Terkontaminasi

Menyentuh benda yang terkena urine atau kotoran tikus, lalu menyentuh wajah (mulut, hidung, mata), dapat menyebabkan infeksi.

3. Gigitan Tikus (Lebih Jarang)

Meskipun jarang, gigitan tikus juga bisa menjadi jalur penularan hantavirus.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala awal sering kali menyerupai flu, seperti:

  • Demam
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Kelelahan

Dalam kondisi berat, dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius.

Cara Mencegah Penularan

Untuk mengurangi risiko tertular hantavirus, lakukan langkah berikut:

  • Hindari kontak langsung dengan tikus
  • Gunakan masker saat membersihkan area berdebu
  • Jangan menyapu kering kotoran tikus (gunakan disinfektan)
  • Cuci tangan setelah beraktivitasTutup akses masuk tikus ke dalam rumah

#Hantavirus #Kesehatan #VirusTikus #PenyakitMenular #Edukasi

Penulis: Woko Baruno

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *