Dukcapil Beberkan Tren Nama Anak di Indonesia, Slamet dan Joko Mulai Sulit Ditemukan
3 mins read

Dukcapil Beberkan Tren Nama Anak di Indonesia, Slamet dan Joko Mulai Sulit Ditemukan

On Berita – Jakarta – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap adanya perubahan tren dalam pemberian nama kepada anak-anak Indonesia.

Sejumlah nama tradisional yang selama ini identik dengan masyarakat Indonesia mulai jarang digunakan pada generasi muda dan perlahan digantikan oleh nama-nama yang terinspirasi dari artis internasional maupun karakter anime.

Temuan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I Tahun 2026, yang disiarkan melalui kanal YouTube Dukcapil Kemendagri pada Senin (3/8/2026).

Menurut Teguh, pengaruh budaya populer global terlihat semakin kuat dalam tren penamaan anak di Indonesia.

Beberapa nama artis internasional kini tercatat digunakan oleh puluhan hingga ratusan ribu penduduk Indonesia.

“Artis luar negeri. Oh ada misalnya Olivia, Olivia Rodrigo,” kata Teguh.

Selain Olivia, Dukcapil juga mencatat nama Justin, Ariana, Selena, dan Taylor sebagai nama yang cukup banyak digunakan masyarakat.

Nama-nama tersebut diketahui identik dengan penyanyi dunia seperti Justin Bieber, Ariana Grande, Selena Gomez, dan Taylor Swift.

Berdasarkan data Dukcapil, Olivia menjadi nama yang paling banyak digunakan dengan jumlah 142.286 orang, disusul Justin sebanyak 18.551 orang, Ariana 15.281 orang, Selena 5.533 orang, serta Taylor sebanyak 153 orang.

Dukcapil Beberkan Tren Nama Anak di Indonesia, Slamet dan Joko Mulai Sulit Ditemukan
Infografis tren nama anak di Indonesia. Sumber data : Dukcapil & Kemendagri. Sumber Infografis : Basith Subastian CNN Indonesia.

Di sisi lain, Teguh menyoroti semakin berkurangnya penggunaan nama-nama lokal pada generasi Alpha maupun Beta.

Menurutnya, nama seperti Joko, Sutrisno, dan Slamet kini semakin sulit ditemukan pada anak-anak usia sekolah, khususnya di Pulau Jawa.

“Ternyata di Generasi Alpha bahkan Beta juga, nama-nama lokal itu sudah mulai tergantikan,” ungkap Teguh.

“Sekarang mungkin untuk anak-anak yang usia 5 tahun, 10 tahun di Pulau Jawa, katakanlah di Pulau Jawa ya, sulit mencari yang namanya Joko. Atau yang namanya Sutrisno atau Slamet. Ada enggak yang kira-kira usia 8 tahun namanya Slamet sekarang? Ada, tapi mungkin sedikit,” lanjutnya.

Selain nama artis internasional, Dukcapil juga menemukan banyak penduduk Indonesia yang menggunakan nama karakter anime dan manga.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Uzumaki menjadi nama karakter anime yang paling banyak digunakan dengan 190 orang, disusul Nobita sebanyak 181 orang, Sasuke 158 orang, Naruto 157 orang, Uchiha 152 orang, serta D. Luffy 79 orang.

Nama karakter lain seperti Shinchan, Boruto, Usopp, Inuyasha, Doraemon, hingga Suneo juga tercatat digunakan sebagai nama penduduk Indonesia, meski jumlahnya relatif lebih sedikit.

Sementara itu, infografis Dukcapil juga menunjukkan sejumlah nama yang masih mendominasi secara nasional.

Di antaranya Sulastri dengan 135.421 orang dan Sutrisno sebanyak 102.519 orang di Pulau Jawa.

Di wilayah Sumatra, nama Nurhayati dan Junaidi masih menjadi nama yang paling banyak digunakan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tren pemberian nama di Indonesia terus berkembang seiring perubahan budaya, perkembangan media digital, serta pengaruh industri hiburan global.

Meski demikian, nama-nama tradisional masih tercatat mendominasi data kependudukan nasional karena telah digunakan oleh generasi-generasi sebelumnya.

#OnBerita #Dukcapil #Kemendagri #NamaAnak #NamaIndonesia #Olivia #Justin #Ariana #TaylorSwift #JustinBieber #Naruto #Uzumaki #Nobita #Anime #DataKependudukan #TrenNama #BeritaNasional

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *