Lolos Aturan BEI, IPO RANS Hanya Lepas 20% Saham
Onberita – Jakarta – Perusahaan yang berada di bawah naungan RANS dikabarkan akan melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sekitar 20 persen saham kepada publik. Langkah tersebut dinilai telah memenuhi ketentuan free float minimum yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rencana pelepasan saham sebesar 20 persen tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena tetap memberikan ruang bagi pemegang saham pengendali untuk mempertahankan kendali perusahaan, sekaligus membuka kesempatan bagi investor publik untuk berpartisipasi dalam pengembangan bisnis perusahaan.
Pengamat pasar modal, Andi Prasetyo, menilai bahwa porsi pelepasan saham sebesar 20 persen merupakan strategi yang cukup umum digunakan perusahaan yang akan melantai di bursa.
“Pelepasan 20 persen saham sudah memenuhi ketentuan minimum free float BEI. Dengan struktur seperti ini, perusahaan masih dapat menjaga kendali manajemen sekaligus memperoleh pendanaan dari pasar modal,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut juga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk melakukan aksi korporasi lanjutan di masa mendatang apabila membutuhkan tambahan modal.
IPO RANS diperkirakan akan menarik perhatian investor ritel mengingat tingginya popularitas merek dan figur publik yang berada di belakang perusahaan tersebut.
Namun demikian, analis mengingatkan bahwa keputusan investasi tetap harus didasarkan pada fundamental perusahaan, prospek bisnis, serta kinerja keuangan.
“Investor sebaiknya tidak hanya melihat popularitas pemilik perusahaan. Yang paling penting adalah model bisnis, potensi pertumbuhan, dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang,” kata seorang analis pasar modal.
Bursa Efek Indonesia sendiri mewajibkan perusahaan tercatat untuk memenuhi ketentuan kepemilikan saham publik atau free float sebagai bagian dari upaya meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar modal Indonesia.
Sementara itu, manajemen perusahaan dikabarkan masih menyiapkan sejumlah dokumen dan proses administrasi sebelum pelaksanaan IPO secara resmi.
Dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham nantinya diproyeksikan untuk mendukung ekspansi bisnis, pengembangan usaha, serta penguatan struktur permodalan perusahaan.
Kehadiran RANS di pasar modal dinilai dapat menambah variasi emiten di sektor media, hiburan, dan ekonomi kreatif.
Minat investor terhadap perusahaan berbasis digital dan industri kreatif juga diperkirakan akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi antusiasme pasar terhadap penawaran saham perdana tersebut.
Dengan hanya melepas 20 persen saham kepada publik, RANS dinilai berhasil memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia sekaligus mempertahankan struktur pengendalian perusahaan, sehingga IPO ini berpotensi menjadi salah satu aksi korporasi yang menarik perhatian pasar.
#OnBerita #RANS #IPORANS #BEI #BursaEfekIndonesia #PasarModal #Saham #IPO #Investasi #EkonomiIndonesia #EmitenBaru #RANSEntertainment
Penulis : Mohammad Hanif Aulia
Editor : Ali Ramadhan
