Biografi Sherly Tjoanda, Pengusaha Sukses yang Menjadi Gubernur Terkaya di Indonesia
On Berita – Jakarta – Nama Sherly Tjoanda menjadi sorotan publik setelah tercatat sebagai salah satu kepala daerah dengan kekayaan terbesar di Indonesia.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Gubernur Maluku Utara tersebut mendekati angka Rp1 triliun.
Nilai kekayaan tersebut menjadikannya sebagai salah satu gubernur terkaya di Indonesia.
Besarnya kekayaan tersebut bukan diperoleh dalam waktu singkat, melainkan berasal dari perjalanan panjang di dunia bisnis sebelum ia terjun ke dunia politik.
Sherly dikenal memiliki berbagai usaha di sektor strategis seperti perhotelan, pertambangan, logistik, hingga perikanan.
Latar belakang sebagai pengusaha inilah yang menjadi pondasi kuat dalam perjalanan kariernya hingga akhirnya menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara periode 2025–2030.

Awal Kehidupan dan Pendidikan
Sherly Tjoanda lahir di Ambon pada 8 Agustus 1982. Ia tumbuh dan menempuh pendidikan dasar di beberapa kota di Indonesia seperti Ambon, Surabaya, dan Denpasar.
Perpindahan kota tersebut membuatnya terbiasa beradaptasi dengan lingkungan baru sejak kecil.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, Sherly melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Kristen Petra dengan mengambil jurusan International Business Management.
Pendidikan di bidang bisnis dan manajemen menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya sebagai pengusaha.
Tidak hanya menempuh pendidikan di dalam negeri, Sherly juga melanjutkan program double degree di Inholland University of Applied Sciences dan lulus pada tahun 2004.
Pendidikan internasional tersebut memperluas wawasan bisnis dan manajemen yang kemudian ia terapkan dalam mengembangkan berbagai usaha.
Karier Bisnis dan Dunia Usaha
Sebelum terjun ke dunia politik, Sherly dikenal sebagai pengusaha sukses dengan berbagai lini usaha.
Ia mengembangkan bisnis di berbagai sektor yang cukup strategis dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Beberapa sektor bisnis yang pernah digelutinya antara lain adalah perhotelan, pertambangan nikel dan emas, logistik dan pelayaran, perikanan dan ekspor tuna, properti dan investasi dan perusahaan holding bisnis.
Beberapa perusahaan dan bisnis yang berkaitan dengan Sherly antara lain PT Bela Group, Bela Hotel Ternate, perusahaan pelayaran Bela Shipping, serta industri pengolahan ikan tuna untuk ekspor.
Bisnis-bisnis tersebut berkembang cukup pesat dan menjadi sumber kekayaan utamanya.
Dengan portofolio bisnis yang luas, Sherly dikenal sebagai salah satu pengusaha perempuan sukses dari Indonesia Timur.
Kehidupan Pribadi
Dalam kehidupan pribadi, Sherly Tjoanda merupakan istri dari mendiang Benny Laos. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak.
Meskipun berasal dari keluarga yang dikenal publik, anak-anak mereka jarang muncul di dunia politik maupun bisnis.
Kepergian Benny Laos pada tahun 2024 akibat kecelakaan speedboat di Pulau Taliabu menjadi peristiwa penting yang mengubah arah perjalanan hidup Sherly, termasuk dalam dunia politik.
Aktivitas Sosial dan Organisasi
Selain dikenal sebagai pengusaha, Sherly juga aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi masyarakat.
Ia pernah memimpin Yayasan Bela Peduli yang bergerak di bidang kegiatan sosial, pembangunan rumah ibadah, bantuan bencana, serta kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Ia juga terlibat dalam berbagai organisasi seperti Perwosi, Forikan, Bunda PAUD, HKTI, Organisasi sosial Masyarakat, Kegiatan pemberdayaan Perempuan dan Program pendidikan anak usia dini
Keterlibatan dalam organisasi sosial ini membuat Sherly cukup dikenal di masyarakat sebelum akhirnya terjun ke dunia politik.
Perjalanan Politik dan Menjadi Gubernur
Perjalanan politik Sherly tidak dapat dipisahkan dari sosok suaminya, Benny Laos, yang sebelumnya menjadi kandidat dalam Pilkada Maluku Utara 2024.
Setelah kepergian suaminya, Sherly akhirnya melanjutkan perjuangan politik tersebut dan maju dalam Pilkada Maluku Utara 2024 berpasangan dengan Sarbin Sehe.
Pasangan ini didukung oleh koalisi beberapa partai politik dan berhasil memenangkan pemilihan dengan perolehan suara terbanyak.
Kemenangan tersebut menjadikan Sherly sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara dan mencatatkan sejarah baru dalam politik daerah tersebut.
Sejak menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara periode 2025–2030, Sherly fokus pada pembangunan ekonomi daerah, investasi, perikanan, pertambangan, dan infrastruktur.

Kekayaan dan LHKPN
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada tahun 2025, total kekayaan Sherly Tjoanda mencapai sekitar Rp972 miliar setelah dikurangi utang.
Rincian kekayaannya antara lain:
- Tanah dan bangunan lebih dari Rp200 miliar
- Kendaraan dan alat transportasi sekitar Rp7 miliar
- Harta bergerak lainnya sekitar Rp37 miliar
- Surat berharga sekitar Rp262 miliar
- Kas dan setara kas sekitar Rp236 miliar
- Aset dan investasi lainnya
Jumlah tersebut menjadikannya sebagai salah satu kepala daerah terkaya di Indonesia.
Meskipun memiliki banyak bisnis, sejak menjabat sebagai gubernur Sherly mengaku telah menarik diri dari pengelolaan aktif beberapa usahanya untuk menghindari konflik kepentingan sebagai pejabat publik.
Sherly Tjoanda merupakan sosok pengusaha sukses
Sherly Tjoanda merupakan sosok pengusaha sukses yang kemudian terjun ke dunia politik dan berhasil menjadi Gubernur Maluku Utara.
Latar belakang pendidikan bisnis, pengalaman sebagai pengusaha, aktivitas sosial, serta perjalanan politik yang tidak mudah menjadikannya salah satu figur perempuan berpengaruh di Indonesia Timur.
Dengan kekayaan yang mendekati Rp1 triliun, Sherly menjadi salah satu gubernur terkaya di Indonesia.
Namun, perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa kesuksesan tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang di dunia bisnis sebelum akhirnya terjun ke dunia pemerintahan dan politik.
#OnBerita #SherlyTjoanda #GubernurMalukuUtara #BiografiTokoh #PolitikIndonesia #KepalaDaerah #ProfilTokoh #LHKPN
Penulis : Rizky Saptanugraha
Editor : Ali Ramadhan
