PB SEMMI Minta DPR RI Dorong Pemerintah Gelar Konferensi ASIA-AFRIKA Untuk Transisi Energi Baru Terbarukan
2 mins read

PB SEMMI Minta DPR RI Dorong Pemerintah Gelar Konferensi ASIA-AFRIKA Untuk Transisi Energi Baru Terbarukan

Onberita — Jakarta – Dinamika perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan hanya memicu instabilitas geopolitik global, tetapi juga mengguncang ketahanan energi internasional.

Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung terhadap distribusi dan harga energi fosil dunia, termasuk minyak dan gas, yang hingga hari ini masih menjadi tulang punggung kebutuhan energi Indonesia.

Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan PB SEMMI, Muhammad Senanatha, menilai bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pusaran krisis global.

Ketergantungan terhadap energi fosil membuat posisi nasional rentan terhadap gejolak eksternal.

Kenaikan harga minyak dunia dan gangguan rantai pasok dapat berimbas pada inflasi, beban subsidi negara, hingga melemahnya daya beli masyarakat.

Belajar dari sejarah, Indonesia pernah memainkan peran strategis di tengah konflik global melalui inisiasi Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang digagas oleh Soekarno.

Saat dunia terbelah dalam ketegangan Perang Dingin, Indonesia mampu menghadirkan poros kekuatan baru melalui solidaritas negara-negara Asia dan Afrika demi menjaga stabilitas dan kedaulatan masing-masing bangsa.

Momentum krisis energi akibat konflik global hari ini seharusnya menjadi panggilan sejarah bagi Indonesia untuk kembali mengambil peran kepemimpinan.

PB SEMMI mendorong DPR RI agar mendesak pemerintah menginisiasi Konferensi Asia-Afrika jilid baru yang berfokus pada agenda ketahanan energi dan percepatan transisi menuju energi baru terbarukan.

Konferensi tersebut penting sebagai forum kolektif negara-negara berkembang untuk merumuskan strategi bersama mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, memperkuat investasi energi hijau, serta membangun kerja sama teknologi di bidang energi terbarukan.

Indonesia harus berani memimpin agenda ini demi memastikan kedaulatan energi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.“

Indonesia tidak boleh terlalu jauh bermain dalam pusaran geopolitik tanpa memperkuat fondasi dalam negeri.

Ketahanan energi adalah kunci stabilitas nasional.

Sudah saatnya kita kembali ke semangat Bandung membangun solidaritas global demi kepentingan rakyat dan masa depan energi yang berkelanjutan,” tegas Muhammad Senanatha.

PB SEMMI menegaskan, transformasi dari energi fosil menuju energi baru terbarukan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis.

Krisis global harus dijadikan momentum untuk mempercepat kemandirian energi nasional, bukan justru memperdalam ketergantungan.

#OnBerita #PBSEMMI #DPRRI #KonferensiAsiaAfrika #EnergiTerbarukan #KetahananEnergi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *