Gempa M 7,1 Guncang Jepang, 300 Ribu Warga Dievakuasi dan WNI Diminta Tetap Siaga
2 mins read

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, 300 Ribu Warga Dievakuasi dan WNI Diminta Tetap Siaga

On Berita – Jakarta – Jepang kembali diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 pada Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat.

Gempa yang berpusat di wilayah Kumamoto itu menyebabkan puluhan warga mengalami luka-luka, merusak sejumlah infrastruktur, memicu pemadaman listrik, serta mendorong pemerintah mengeluarkan perintah evakuasi bagi ratusan ribu penduduk.

Berdasarkan data Japan Meteorological Agency (JMA), gempa terjadi sekitar pukul 16.27 waktu Jepang dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Kyushu dan sekitarnya.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan pendataan terhadap dampak bencana tersebut, baik dari sisi korban maupun kerusakan yang ditimbulkan.

“Kami masih menilai seberapa besar korban luka dan kerusakan properti, tetapi saya telah diberitahu bahwa sudah ada beberapa korban luka,” kata Takaichi, seperti dikutip dari AFP.

Selain korban luka, gempa juga mengakibatkan gangguan pada berbagai fasilitas umum.

Pemadaman listrik dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah dan berdampak terhadap sekitar 45.000 rumah tangga.

Beberapa titik juga dilaporkan mengalami kebakaran, sementara jalan raya, jembatan, serta bangunan mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan.

Di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto, tim penyelamat diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di kawasan Aeon Mall yang mengalami kerusakan.

Sejumlah warga dilaporkan sempat terjebak di lokasi setelah gempa mengguncang.

Mengutip laporan Reuters, sedikitnya 50 orang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Sementara itu, badan penanggulangan bencana Jepang menginstruksikan sekitar 300.000 warga untuk menuju pusat-pusat evakuasi sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan.

Pemerintah Jepang juga mengerahkan sekitar 3.600 personel militer guna membantu proses evakuasi, penanganan darurat, serta pemulihan di wilayah terdampak.

Menyusul kondisi tersebut, Perwakilan Republik Indonesia di Jepang mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya yang berada di wilayah Kyushu dan daerah terdampak lainnya, agar tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

“Kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Jepang, khususnya di wilayah Kyushu dan daerah terdampak, diimbau untuk tetap tenang dan waspada serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, dan hanya menyebarkan informasi yang berasal dari sumber resmi,” demikian imbauan Perwakilan RI di Jepang, Selasa (28/7/2026).

Perwakilan RI juga meminta WNI untuk terus memantau perkembangan informasi melalui Japan Meteorological Agency (JMA), pemerintah Jepang, maupun sumber resmi lainnya.

Selain itu, masyarakat diimbau mengikuti seluruh arahan otoritas setempat terkait evakuasi, memastikan telepon seluler tetap aktif, menghemat daya baterai untuk keadaan darurat, serta segera menghubungi KBRI Tokyo atau KJRI Osaka apabila membutuhkan bantuan.

Hingga berita ini ditulis, otoritas Jepang masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban dan tingkat kerusakan, sementara aktivitas penanganan darurat terus berlangsung di sejumlah wilayah yang terdampak gempa.

#OnBerita #GempaJepang #JapanEarthquake #Gempa71 #Kumamoto #JMA #Kyushu #BreakingNews #BeritaInternasional #WNI #KBRITokyo #KJRIOsaka #BencanaAlam #Earthquake

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *