Mengapa SD Negeri Sepi Peminat? FSGI Ungkap Lima Faktor Penyebabnya
3 mins read

Mengapa SD Negeri Sepi Peminat? FSGI Ungkap Lima Faktor Penyebabnya

On Berita – Jakarta – Fenomena berkurangnya jumlah peserta didik baru di sekolah dasar negeri semakin meluas pada tahun ajaran 2026/2027.

Sejumlah daerah di Indonesia melaporkan banyak SD Negeri tidak mampu memenuhi kuota penerimaan murid baru, bahkan beberapa sekolah hanya menerima satu hingga enam siswa.

Kondisi tersebut terjadi di berbagai wilayah di Pulau Jawa, mulai dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga Jawa Timur.

Situasi ini menjadi perhatian karena menunjukkan adanya perubahan pola dalam dunia pendidikan, baik akibat dinamika demografi maupun perubahan preferensi masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka.

Di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, misalnya, ratusan SD Negeri mengalami penurunan jumlah peserta didik baru.

Tercatat sekitar 320 SD Negeri hanya menerima antara 11 hingga 28 siswa, bahkan terdapat dua sekolah yang masing-masing hanya memperoleh satu murid baru pada tahun ajaran kali ini.

Fenomena serupa juga terjadi di Kabupaten Boyolali. Menariknya, kondisi tersebut tidak hanya dialami sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan jumlah penduduk relatif sedikit, tetapi juga mulai dirasakan sejumlah SD Negeri yang sebelumnya dikenal sebagai sekolah favorit.

Sementara itu, di Daerah Istimewa Yogyakarta, penurunan jumlah peserta didik baru dilaporkan terjadi di Kabupaten Bantul hingga Kota Yogyakarta.

Salah satu contohnya adalah SD Negeri Kintelan 2 Yogyakarta yang hanya menerima enam siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Madura, Ponorogo, Situbondo, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, hingga Lumajang.

Fenomena yang terjadi di berbagai daerah tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kekurangan murid baru bukan lagi kasus yang bersifat lokal, melainkan telah menjadi tantangan pendidikan di berbagai wilayah.

Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, menilai terdapat sedikitnya lima faktor utama yang menyebabkan banyak SD Negeri mengalami penurunan jumlah peserta didik baru.

Menurut Retno, faktor pertama berkaitan dengan lokasi sekolah.

Orang tua cenderung memilih sekolah yang berada dekat dengan tempat tinggal agar anak lebih mudah berangkat dan pulang setiap hari.

“Karena ini masih SD biar anaknya enggak jauh-jauh, maka lebih memilih sekolah yang di dekat rumah dia,” ujar Retno, Rabu (15/7/2026).

Selain faktor jarak, Retno mengatakan telah terjadi perubahan pola pikir masyarakat dalam memilih sekolah.

Jika sebelumnya biaya pendidikan menjadi pertimbangan utama, kini banyak orang tua lebih mengutamakan kualitas pembelajaran, fasilitas, serta lingkungan pendidikan yang dianggap mampu mendukung perkembangan anak.

Ia juga menyoroti meningkatnya minat masyarakat terhadap sekolah berbasis agama, khususnya Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT).

Menurutnya, banyak orang tua berharap pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan dapat diperkuat sejak usia dini melalui kurikulum sekolah.

Faktor berikutnya berkaitan dengan kebijakan penerimaan murid baru di SD Negeri yang mengutamakan usia calon peserta didik.

Regulasi tersebut membuat sebagian orang tua memilih langsung mendaftarkan anak ke sekolah swasta karena khawatir peluang diterima di sekolah negeri menjadi lebih kecil.

Selain itu, perubahan pola permukiman juga dinilai turut memengaruhi distribusi calon peserta didik.

Banyak keluarga muda kini memilih tinggal di kawasan pinggiran kota akibat tingginya harga rumah di pusat perkotaan, sehingga sebaran anak usia sekolah ikut bergeser.

Retno menilai kombinasi dari berbagai faktor tersebut menjadi penyebab utama menurunnya jumlah peserta didik baru di banyak SD Negeri pada tahun ajaran 2026/2027.

Menurutnya, kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar kebijakan pendidikan dapat disesuaikan dengan perubahan demografi, kebutuhan masyarakat, dan pemerataan kualitas sekolah di berbagai wilayah.

#OnBerita #Pendidikan #SDNegeri #PPDB2026 #MuridBaru #SekolahDasar #FSGI #RetnoListyarti #PendidikanIndonesia #BeritaNasional #Sekolah

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *