Sekali Klik Saldo Hilang, Ini Cara Mengenali dan Mencegah Scam Digital
On Berita – Jakarta – Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam cara manusia berinteraksi, bekerja, dan mengelola keuangan.
Jika dulu dompet fisik menjadi simbol keamanan uang—tersimpan rapi di saku atau tas—kini “dompet” telah bermetamorfosis menjadi saldo digital di dalam aplikasi ponsel.
Transaksi keuangan dapat dilakukan dalam hitungan detik, tanpa perlu uang tunai, kartu, atau bahkan tatap muka.
Namun, di balik kecepatan dan kemudahan tersebut, ancaman baru turut mengintai: scam digital.
Fenomena scam atau penipuan digital berkembang seiring meningkatnya adopsi teknologi finansial.
Sekali klik, sekali lengah, saldo dompet digital bisa raib tanpa jejak. Tak sedikit korban yang baru menyadari telah tertipu ketika notifikasi saldo berkurang muncul di layar ponsel.
Dari sinilah urgensi literasi keamanan digital menjadi semakin nyata.
Apa Itu Scam Digital?
Scam digital adalah bentuk penipuan yang memanfaatkan teknologi digital untuk mengelabui korban agar menyerahkan data pribadi, kode keamanan, atau mengirimkan uang secara sukarela.
Pelaku biasanya memanfaatkan celah psikologis seperti rasa panik, percaya, atau ketidaktahuan pengguna.
Modus scam digital kian beragam, mulai dari pesan singkat palsu, tautan berbahaya, hingga akun media sosial yang menyamar sebagai institusi resmi.
Targetnya tidak hanya kelompok tertentu, tetapi seluruh lapisan masyarakat, dari pengguna awam hingga mereka yang terbiasa bertransaksi digital.

Mengapa Dompet Digital Menjadi Sasaran?
Dompet digital menyimpan lebih dari sekadar saldo. Di dalamnya terdapat data sensitif, seperti:
- Identitas pribadi pengguna
- Nomor ponsel dan email
- Riwayat transaksi
- Pola belanja dan kebiasaan finansial
Bagi pelaku kejahatan siber, data ini bernilai tinggi. Dengan informasi yang cukup, mereka bisa melakukan penipuan lanjutan, pembobolan akun, hingga pencurian identitas.
Oleh sebab itu, keamanan dompet digital tidak hanya menjadi tanggung jawab penyedia layanan, tetapi juga pengguna itu sendiri.
Lapisan Keamanan Dompet Digital
Untuk melawan scam digital, platform dompet digital membangun sistem keamanan berlapis. Berikut beberapa lapisan penting yang bekerja secara simultan:
- PIN sebagai Pertahanan Awal
Personal Identification Number (PIN) berfungsi sebagai gerbang utama akses akun.
Meski terlihat sederhana, PIN adalah kunci pertama yang membedakan pemilik akun dengan pihak lain.
PIN yang kuat dan tidak mudah ditebak sangat krusial, terutama jika ponsel hilang atau berpindah tangan.
2. One-Time Password (OTP)
OTP adalah kode verifikasi yang hanya berlaku satu kali dan memiliki batas waktu singkat.
Biasanya dikirim melalui SMS atau email untuk memastikan bahwa transaksi benar-benar dilakukan oleh pemilik akun.
Sistem ini efektif mencegah pembobolan dari perangkat atau lokasi asing.
3. Verifikasi Biometrik
Teknologi biometrik seperti pemindaian wajah dan sidik jari menambahkan lapisan keamanan yang lebih personal.
Data biometrik bersifat unik dan sulit dipalsukan, sehingga sangat efektif untuk mencegah akses ilegal.
4. Enkripsi Data
Enkripsi mengubah data transaksi menjadi kode acak yang tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berwenang.
Bahkan jika data berhasil disadap di tengah jaringan, informasi tersebut tetap aman karena tidak bisa diterjemahkan tanpa kunci khusus.
5. Pemantauan Real-Time Berbasis AI
Sistem keamanan modern memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mempelajari pola transaksi pengguna.
Aktivitas yang menyimpang—seperti login dari lokasi asing atau transaksi bernilai besar yang tidak biasa—akan langsung ditandai sebagai mencurigakan dan diblokir sementara.

Modus Scam Digital yang Paling Sering Terjadi
Agar lebih waspada, berikut beberapa modus scam digital yang kerap menjerat pengguna dompet digital:
- Phishing Link, Pelaku mengirim tautan palsu yang menyerupai situs resmi untuk mencuri data login.
- Akun Palsu Mengatasnamakan Layanan Resmi, biasanya muncul di media sosial atau aplikasi pesan, menawarkan bantuan palsu atau hadiah fiktif.
- Social Engineering, pelaku memanipulasi emosi korban, misalnya dengan ancaman akun diblokir atau janji pengembalian dana.
- Penipuan Giveaway, korban diminta membayar “biaya administrasi” untuk hadiah yang sebenarnya tidak pernah ada.
Peran Fitur Keamanan Tambahan
Beberapa platform dompet digital kini menghadirkan fitur proteksi tambahan untuk melawan scam.
Salah satunya adalah fitur Cek Risiko Penipuan (Scam Checker) yang memungkinkan pengguna memverifikasi nomor telepon, tautan, atau akun media sosial yang mencurigakan.
Fitur semacam ini membantu pengguna:
- Mengidentifikasi penipuan sejak dini
- Menghindari penyalahgunaan nama platform resmi
- Meningkatkan kesadaran dan literasi digital
- Melindungi data pribadi dan saldo
Integrasi dengan basis data nasional juga memungkinkan laporan penipuan diproses lebih cepat dan akurat.
Cara Aman Bertransaksi di Era Digital
Selain mengandalkan sistem keamanan aplikasi, pengguna juga perlu menerapkan kebiasaan aman, antara lain:
- Jangan pernah membagikan PIN atau OTP kepada siapa pun
- Selalu periksa alamat tautan sebelum mengklik
- Aktifkan semua fitur keamanan yang tersedia
- Waspadai pesan yang memicu rasa panik atau tergesa-gesa
- Gunakan aplikasi resmi yang diunduh dari toko aplikasi terpercaya

Literasi Digital sebagai Kunci Utama
Pada akhirnya, teknologi secanggih apa pun tidak akan cukup tanpa kesadaran pengguna.
Scam digital bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan perilaku.
Literasi digital menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah terjebak tipu daya di dunia maya.
Di era ketika uang bisa berpindah hanya dengan sentuhan jari, kewaspadaan adalah mata uang paling berharga.
Memahami cara kerja scam digital dan sistem keamanannya adalah langkah awal untuk memastikan bahwa dompet digital benar-benar menjadi alat kemudahan, bukan sumber petaka.
#OnBerita #ScamDigital #KeamananDigital #DompetDigital #PenipuanOnline #LiterasiDigital #KeamananFinansial
Penulis : Rizky Saptanugraha
Editor : Ali Ramadhan
