14 Kriteria Guru yang Baik Menurut Syekh Husein al-Yamani, Bukan Sekadar Pandai Mengajar
5 mins read

14 Kriteria Guru yang Baik Menurut Syekh Husein al-Yamani, Bukan Sekadar Pandai Mengajar

ONBERITA, Jakarta— Menjadi guru bukan hanya soal kemampuan menyampaikan materi pelajaran. Dalam Islam, seorang pendidik juga dituntut memiliki niat yang tulus, kasih sayang, kesabaran, keadilan, hingga kerendahan hati.

Syekh Husein bin Manshur bin Muhammad bin Ali al-Yamani (w. 1050 H) dalam kitab Adabul Ulama wal Muta’allimin menjelaskan sedikitnya 14 adab dan kualitas yang semestinya dimiliki seorang pendidik. Penjelasan tersebut dikutip NU Online dalam artikel yang terbit pada 5 Agustus 2026.

1. Memantapkan Niat karena Allah

Guru hendaknya memiliki niat mendidik karena mengharap ridha Allah SWT. Mengajar bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga menjadi jalan menyebarkan ilmu, menghidupkan syariat, membangun tradisi keilmuan, dan menjaga keberlanjutan kebaikan umat.

2. Tetap Mengajar Meski Niat Murid Belum Sempurna

Guru tidak seharusnya menolak mengajar hanya karena murid belum memiliki niat yang sepenuhnya ikhlas. Ketulusan dalam menuntut ilmu dapat tumbuh seiring proses belajar.Karena itu, guru perlu membimbing murid secara perlahan agar mereka memahami pentingnya niat dalam mencari ilmu.

3. Menumbuhkan Kecintaan Murid terhadap Ilmu

Guru perlu menanamkan semangat belajar dengan menjelaskan kemuliaan ilmu dan kedudukan para pencari ilmu.Selain itu, murid juga perlu diajarkan sikap sederhana dan kanaah agar tidak terlalu larut dalam kecintaan terhadap dunia yang dapat mengganggu kesungguhan belajar.

4. Mencintai Murid seperti Mencintai Diri Sendiri

Guru hendaknya menginginkan kebaikan bagi murid sebagaimana ia menginginkan kebaikan bagi dirinya sendiri.Murid juga perlu diperlakukan dengan kasih sayang seperti anak sendiri. Ketika melakukan kesalahan, guru dianjurkan bersabar dan memberikan teguran secara lembut, bukan dengan kekerasan atau sikap kasar.

5. Memudahkan Proses Belajar

Guru hendaknya ramah dan menyesuaikan materi dengan kemampuan murid. Jangan sampai pelajaran yang terlalu berat justru membuat siswa bingung, tertekan, dan kehilangan semangat belajar.

6. Mengajar dengan Sungguh-Sungguh

Semangat seorang guru dapat menular kepada murid. Karena itu, pendidik perlu mengajar dengan penuh kesungguhan serta menjelaskan kembali materi yang belum dipahami.Guru juga perlu memperhatikan kesiapan dan kondisi murid ketika menyampaikan suatu materi.

7. Menguji Pemahaman Murid

Setelah menyampaikan pelajaran, guru dianjurkan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui apakah murid benar-benar memahami materi.Murid yang mampu menjawab dapat diberikan apresiasi, sedangkan mereka yang belum memahami pelajaran perlu dibimbing kembali dengan cara yang lembut.

8. Menguji Hafalan Secara Berkala

Guru juga dianjurkan menguji hafalan serta penguasaan murid terhadap kaidah dan materi yang telah dipelajari.Apresiasi dapat diberikan kepada murid yang berhasil menguasai materi. Sementara murid yang belum mampu hendaknya didorong agar lebih tekun tanpa merendahkan martabatnya.

9. Memperhatikan Batas Kemampuan Murid

Kesungguhan belajar memang penting, tetapi guru harus memperhatikan kemampuan fisik dan mental murid.Jika seorang murid belajar secara berlebihan hingga berpotensi mengalami kejenuhan, guru hendaknya memberikan nasihat agar tidak memaksakan diri. Proses pendidikan harus dijalankan secara seimbang dan berkelanjutan.

10. Mengajarkan Kaidah-Kaidah Dasar

Guru sebaiknya memberikan pemahaman mengenai kaidah dasar dari setiap materi yang dipelajari. Dengan begitu, murid tidak sekadar menghafal, tetapi memahami struktur dan prinsip dasar ilmu.Namun, guru juga harus memastikan bahwa dirinya benar-benar menguasai materi yang diajarkan dan tidak menyampaikan sesuatu tanpa dasar pengetahuan yang memadai.

11. Memperlakukan Murid secara Adil

Guru harus menghindari perlakuan yang tidak seimbang terhadap murid yang memiliki kedudukan setara.Perhatian dan kasih sayang yang berlebihan kepada satu murid sementara mengabaikan murid lainnya dapat menimbulkan kecemburuan. Apresiasi kepada murid berprestasi tetap diperbolehkan selama diberikan secara proporsional dan bertujuan memotivasi.

12. Mengawasi Akhlak dan Perilaku Murid

Tanggung jawab guru tidak berhenti pada nilai akademik. Guru juga perlu memperhatikan akhlak, perilaku, dan tutur kata murid.Ketika terjadi pelanggaran, teguran hendaknya diberikan secara bertahap dan mendidik. Jika memungkinkan, teguran dilakukan secara pribadi agar kehormatan murid tetap terjaga.

13. Membantu Kebutuhan dan Kesulitan Murid

Guru hendaknya memperhatikan kondisi dan kesejahteraan murid, membantu mereka menghadapi kesulitan, menjaga kerukunan, serta mendukung mereka dalam meraih cita-cita sesuai kemampuan masing-masing.

Dengan demikian, perhatian seorang guru tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga menyentuh persoalan yang dapat memengaruhi perkembangan murid.

14. Bersikap Rendah Hati kepada Murid

Kriteria terakhir adalah tawaduk atau rendah hati.Menurut Syekh Husein al-Yamani, kerendahan hati tidak mengurangi kewibawaan seorang guru. Sebaliknya, sikap lemah lembut dan rendah hati dapat membuat ilmu lebih mudah diterima dan diteladani oleh murid.

Guru Bukan Sekadar Pengajar

Keempat belas kriteria tersebut menunjukkan bahwa guru dalam perspektif Islam bukan sekadar orang yang berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi.

Guru juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter, menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu, memberikan teladan, menjaga akhlak, dan membangun hubungan emosional yang sehat dengan murid.

NU Online mengaitkan penjelasan tersebut dengan kisah seorang guru sekolah dasar yang menjadi perhatian publik setelah para murid menangis ketika sang guru harus pindah tugas.

Momen tersebut menjadi gambaran bahwa hubungan yang kuat antara guru dan murid dapat lahir dari ketulusan, kasih sayang, kesabaran, keadilan, serta kerendahan hati dalam mendidik.

Pada akhirnya, menjadi guru yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang mampu disampaikan, tetapi juga tentang seberapa besar ilmu tersebut mampu membentuk manusia yang berakhlak dan mencintai ilmu.

#Guru #GuruDalamIslam #PendidikanIslam #AdabGuru #SyekhHuseinAlYamani #Akhlak #Pendidikan #NUOnline #GuruDanMurid #ONBERITA

Penulis: Woko Baruno

Editor: Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *