Muktamar Ke-35 NU Digelar Agustus 2026, PBNU Minta Nahdliyin Gelar Doa Bersama
3 mins read

Muktamar Ke-35 NU Digelar Agustus 2026, PBNU Minta Nahdliyin Gelar Doa Bersama

On Berita – Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan seluruh jajaran pengurus serta warga Nahdliyin di berbagai daerah untuk melaksanakan munajat, riyadhoh, dan doa bersama menjelang penyelenggaraan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.

Langkah tersebut dilakukan sebagai ikhtiar spiritual agar agenda permusyawaratan tertinggi organisasi berjalan lancar, membawa keberkahan, serta menghasilkan keputusan terbaik bagi perjalanan Nahdlatul Ulama.

Instruksi tersebut dituangkan dalam Surat PBNU Nomor 552/PB.01/A.II.08.47/99/07/2026 tentang Instruksi Melakukan Munajat dan Riyadhoh.

Surat itu ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf.

Surat tersebut ditujukan kepada seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), para pengasuh pondok pesantren di lingkungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), hingga para takmir masjid dan mushala yang berada di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Melalui instruksi itu, PBNU mengajak seluruh warga NU untuk memperbanyak doa yang secara khusus dihadiahkan kepada para muassis atau pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama sekaligus memohon kelancaran dan keberkahan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU.

“Sehubungan dengan akan diselenggarakannya Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 1–5 Agustus 2026, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan ini menginstruksikan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk melakukan munajat, riyadhoh, serta doa bersama yang dikhususkan kepada muassis Jam’iyyah Nahdlatul Ulama serta untuk kesuksesan dan keberkahan agenda permusyawaratan tertinggi Jam’iyyah Nahdlatul Ulama tersebut,” demikian bunyi surat yang diterima NU Online pada Kamis (2/7/2026).

Sebelumnya, jadwal pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU telah ditetapkan dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, pada 23 Juni 2026.

Meski waktu pelaksanaan telah diputuskan, lokasi penyelenggaraan muktamar hingga kini masih dalam tahap penentuan.

PBNU menjelaskan bahwa sejumlah daerah telah menyampaikan kesiapan menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 NU.

Beberapa di antaranya adalah Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatra Barat.

Untuk memastikan kesiapan masing-masing daerah, PBNU membentuk tim survei yang akan melakukan peninjauan langsung terhadap calon lokasi penyelenggaraan.

Wakil Ketua Umum PBNU, H Amin Said Husni, menjelaskan bahwa tim tersebut dipimpin Ketua Steering Committee (SC) KH Ahmad Said Asrori, sedangkan Prof. Dr. Muhammad Nuh dipercaya sebagai sekretaris tim.

“Ketua Tim Survei adalah Ketua SC, yaitu Kiai Ahmad Said Asrori, sedangkan Sekretaris Tim Survei adalah Sekretaris SC, Prof Dr Muhammad Nuh,” ujar Amin.

Dalam agenda survei, tim dijadwalkan mengunjungi sejumlah pondok pesantren yang diusulkan menjadi lokasi Muktamar, di antaranya Pondok Pesantren Syekh Al-Falah di Padang, Pondok Pesantren Al-Hamid dan Daarurrahman di Jakarta, Pondok Pesantren Buntet, Babakan Ciwaringin, serta Kempek di Cirebon, Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang sebagai alternatif lokasi pembukaan, hingga Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Ada juga kemungkinan Pondok Pesantren Tambakberas, dengan catatan Tambakberas akan disurvei untuk lokasi pembukaan Muktamar. Kemudian yang kelima ada Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok,” jelas Amin.

PBNU berharap seluruh rangkaian ikhtiar lahir dan batin tersebut dapat menjadi bekal spiritual bagi suksesnya penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU, sekaligus memperkuat persatuan warga Nahdlatul Ulama dalam menyongsong arah baru organisasi di masa mendatang.

#OnBerita #PBNU #NahdlatulUlama #NU #MuktamarNU #Muktamar35NU #Nahdliyin #Munajat #Riyadhoh #Pesantren #IslamIndonesia #BeritaNU

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *