Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar Dinilai Punya Modal Kuat Pimpin PBNU
3 mins read

Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar Dinilai Punya Modal Kuat Pimpin PBNU

On Berita – Jakarta – Nama Menteri Agama Nasaruddin Umar mulai ramai diperbincangkan menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) mendatang.

Tokoh yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia tersebut dinilai memiliki rekam jejak organisasi yang kuat sehingga layak masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pandangan tersebut disampaikan Menteri Sosial yang juga Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, saat menghadiri rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026).

Menurut Gus Ipul, dalam tradisi kepemimpinan NU selama beberapa dekade terakhir, jabatan Katib Aam PBNU sering menjadi salah satu jalur yang mengantarkan tokoh NU menuju posisi Ketua Umum PBNU.

Karena itu, pengalaman Nasaruddin Umar yang pernah menjabat Katib Aam dinilai menjadi modal penting dalam perjalanan kepemimpinannya di lingkungan organisasi.

“Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi katib am,” kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan bahwa Presiden keempat Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Said Aqil Siradj, serta KH Yahya Cholil Staquf sama-sama pernah mengemban amanah sebagai Katib Aam PBNU sebelum akhirnya dipercaya memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Dalam konteks itu, Nasaruddin Umar dianggap memiliki pengalaman organisasi yang serupa. Selain dikenal sebagai akademisi dan ulama, ia juga pernah menduduki posisi Katib Aam PBNU pada masa kepemimpinan almarhum KH Sahal Mahfudh.

Pengalaman tersebut dinilai memberikan pemahaman yang mendalam mengenai tradisi, tata kelola organisasi, dan dinamika internal Nahdlatul Ulama.

Meski demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa proses pemilihan Ketua Umum PBNU tetap sepenuhnya menjadi kewenangan peserta muktamar sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.

Ia menilai seluruh kader NU memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan dukungan apabila memenuhi syarat dan memperoleh kepercayaan dari para peserta forum tertinggi organisasi tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul juga memastikan dirinya tidak akan maju maupun dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar mendatang.

Ia memilih fokus menjalankan amanah yang saat ini diembannya di pemerintahan maupun organisasi.

Sementara itu, persiapan pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2026 terus dimatangkan.

Forum strategis tersebut akan berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, dan menjadi salah satu agenda penting menjelang penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 atau yang dikenal sebagai Muktamar Abad Kedua Nahdlatul Ulama.

Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU dari PWNU Jawa Timur, Mustainn, menyatakan kesiapan panitia daerah dan lokal telah memasuki tahap akhir.

“Intinya, PWNU Jatim siap mendukung pelaksanaan Munas-Konbes NU di Ploso. Persiapan kami bersama panitia lokal sudah hampir 100 persen, tinggal pelaksanaan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 20-23 Juni 2026.

Selain sidang-sidang Munas dan Konbes di Kediri, peserta juga akan mengikuti agenda napak tilas muassis NU di Tebuireng, Jombang, sebelum penutupan kegiatan di Bangkalan, Madura, yang direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin berharap forum tersebut dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat sistem kepemimpinan dan arah gerak organisasi di masa mendatang.

Menurutnya, Munas dan Konbes NU bukan hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum penting untuk mempersiapkan langkah Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua pengabdiannya bagi bangsa dan umat.

#OnBerita #NasaruddinUmar #PBNU #MuktamarNU #NahdlatulUlama #NU2026 #GusIpul #MunasNU #KonbesNU #PesantrenAlFalah #Kediri #GusYahya #PWNUJatim #OrganisasiIslam #UlamaIndonesia #BeritaNU #MuktamarAbadKedua #PrabowoSubianto

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *