Kronologi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Saksi: Suara Benturan Sangat Keras
On Berita – Jakarta – Insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan KA jarak jauh dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur menyisakan kepanikan dan trauma mendalam bagi para penumpang.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 20.35 WIB ini diungkap langsung oleh saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Seorang saksi bernama Wijaya (40) menuturkan bahwa saat itu dirinya tengah bersiap menaiki KRL yang sedang berhenti untuk menurunkan penumpang.
Namun situasi berubah drastis dalam hitungan detik ketika dari arah belakang melaju cepat KA Argo Bromo Anggrek dan menghantam rangkaian KRL Commuter Line.
“KRL sedang menurunkan penumpang. Tiba-tiba dari belakang datang KA Argo menabrak gerbong belakang. Suaranya sangat keras hingga terasa bergetar,” ujar Wijaya kepada NU Online, Selasa (28/4/2026).
Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong terakhir yang merupakan gerbong khusus perempuan.
Wijaya menggambarkan kondisi di lokasi sangat mengerikan, bahkan lokomotif kereta jarak jauh disebut masuk hingga ke dalam badan gerbong.
“Kondisinya sangat mengenaskan. Lokomotif masuk ke dalam gerbong, penumpang tertumpuk dan tertindih,” jelasnya.
Akibat tabrakan tersebut, banyak penumpang mengalami luka serius.
Beberapa di antaranya terjepit di antara kursi dan rangka besi akibat tekanan keras dari benturan.
“Ada yang kepalanya terjepit besi, ada juga yang tubuhnya terhimpit bangku dan lantai,” imbuh Wijaya.
Situasi di lokasi kejadian pun berubah menjadi penuh kepanikan.
Teriakan minta tolong terdengar di berbagai sudut gerbong, sementara penumpang lain mengalami histeria akibat kondisi darurat yang tidak terduga.
Dalam kondisi tersebut, warga sekitar dan penumpang yang selamat langsung bergerak cepat memberikan pertolongan awal.
“Semua panik, banyak yang histeris minta tolong. Kami berusaha mengevakuasi semampunya,” katanya.
Proses evakuasi awal dilakukan dengan alat seadanya, para relawan dan warga mencoba membebaskan korban dengan memisahkan bagian kursi yang menjepit tubuh korban.
“Kami berusaha memisahkan kursi yang menjepit, lalu mengevakuasi korban satu per satu,” ujar Wijaya.
Ia juga menyebutkan bahwa banyak korban mengalami luka berat sehingga harus segera diprioritaskan dalam proses penyelamatan.
“Banyak korban luka berat. Yang kami evakuasi lebih dulu adalah yang kondisinya paling parah,” jelasnya.
Meski demikian, tidak semua korban dapat langsung dievakuasi.
Untuk korban yang terjepit parah, dibutuhkan peralatan khusus seperti alat pemotong dan bantuan dari tim penyelamat profesional.
“Yang berhasil diselamatkan cukup banyak, tapi yang terjepit parah tidak bisa ditangani tanpa alat potong,” pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting mengenai aspek keselamatan transportasi publik, khususnya pada jalur padat seperti wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Investigasi lebih lanjut dari pihak berwenang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kecelakaan serta memastikan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
#OnBerita #KecelakaanKereta #BekasiTimur #KRL #ArgoBromoAnggrek #BeritaNasional #BreakingNews
Penulis : Rizky Saptanugraha
Editor : Ali Ramadhan
