Aksi Mahasiswa Bongkar Dugaan Korupsi Rp1,8 Miliar di Flores Timur
2 mins read

Aksi Mahasiswa Bongkar Dugaan Korupsi Rp1,8 Miliar di Flores Timur

On Berita – Jakarta – Gelombang aksi mahasiswa kembali menggema di ibu kota. Kali ini, Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi turun ke jalan dengan menggelar unjuk rasa di tiga titik strategis, yakni Mabes Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan Agung, pada Kamis (16/04/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap dugaan penggelapan dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di Polres Flores Timur yang nilainya mencapai Rp1,8 miliar untuk tahun anggaran 2025.

Para peserta aksi menilai anggaran tersebut semestinya digunakan untuk mendukung kegiatan operasional pengamanan hari raya besar umat Kristen di wilayah Flores Timur.

Namun, muncul dugaan bahwa dana tersebut justru disalahgunakan. Hingga saat ini, kasus tersebut tengah dalam proses pendalaman oleh Polda Nusa Tenggara Timur.

Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi pada saat menyampaikan aspirasi. Foto : Fahmi Fadilah

Dalam aksi yang berlangsung tertib tersebut, mahasiswa membawa berbagai atribut seperti spanduk, poster, serta menggunakan mobil komando untuk menyampaikan aspirasi.

Mereka secara tegas mendesak aparat penegak hukum agar mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih.

Koordinator Lapangan, Yadon, dalam orasinya menegaskan pentingnya supremasi hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum. Kami mendesak agar dugaan keterlibatan Kapolres Flores Timur diusut secara menyeluruh dan transparan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Jenderal Lapangan, Alwan Ola Tokan, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam mengawal isu korupsi hingga tuntas.

Ia juga memastikan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti sampai ada kejelasan hukum dari aparat terkait.

Dalam tuntutannya, massa aksi meminta agar KPK segera mengambil alih penanganan perkara tersebut.

Selain itu, mereka juga mendesak agar Kapolres Flores Timur dipanggil untuk memberikan klarifikasi, serta meminta Mabes Polri melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh.

Tidak hanya itu, Kejaksaan Agung juga diminta turut terlibat dalam proses penyelidikan dan penindakan hukum.

Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi pada saat menyampaikan aspirasi. Foto : Fahmi Fadilah

Mahasiswa juga menyampaikan bahwa jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti, maka aksi lanjutan akan digelar dengan jumlah massa yang lebih besar.

Hal ini menunjukkan keseriusan mereka dalam mengawal kasus dugaan korupsi tersebut hingga tuntas.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan kondusif.

Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi berharap langkah ini dapat mendorong penegakan hukum yang lebih tegas serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum di Indonesia.

#OnBerita #Korupsi #FloresTimur #MahasiswaBergerak #KPK #MabesPolri #KejaksaanAgung #Transparansi #HukumIndonesia #BeritaHariIni

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *