Ketum PBNU Serukan Hentikan Perang: Bawa Sengsara bagi Banyak Orang
1 min read

Ketum PBNU Serukan Hentikan Perang: Bawa Sengsara bagi Banyak Orang

ONBERITA — Jakarta — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyerukan agar konflik dan perang di berbagai belahan dunia segera dihentikan karena hanya membawa penderitaan bagi masyarakat sipil.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas meningkatnya eskalasi konflik global yang berdampak luas terhadap kemanusiaan, stabilitas ekonomi, serta keamanan internasional.

“Kita menuntut supaya perang kekerasan dihentikan sekarang juga, supaya jangan diterus-teruskan.

Apa pun sengketa yang ada harus diselesaikan melalui jalan damai. Itu kepentingan absolut kita.

Karena kalau tidak kita semua ikut sengsara, seluruh dunia ikut sengsara,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberi sambutan dalam Penguatan Ekosistem Pesantren di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Selasa (15/4/2026).

Tekankan Nilai Kemanusiaan

Ketum PBNU menegaskan bahwa perang tidak pernah menjadi solusi atas konflik, melainkan justru memperparah kondisi dengan menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta krisis kemanusiaan.

Ia mengajak seluruh pihak, baik negara maupun aktor internasional, untuk mengedepankan dialog dan diplomasi sebagai jalan penyelesaian konflik.

“Kalau dulu perang Romawi lawan Persia itu yang mati, yang sengsara, cuma tentara yang ikut berperang di medan perang.

Yunani lawan Mesir, yang sengsara cuma yang tentara ikut perang.

Perang Badar yang sengsara cuma orang-orang ikut perang di Badar itu, yang di rumah enggak ikut sengsara,” imbuhnya.

Dampak Luas bagi Masyarakat

Menurutnya, dampak perang tidak hanya dirasakan oleh negara yang terlibat langsung, tetapi juga memengaruhi masyarakat global, termasuk dalam bentuk krisis pangan, energi, hingga gelombang pengungsi.

Oleh karena itu, penghentian konflik menjadi hal mendesak demi menjaga stabilitas dunia dan kesejahteraan umat manusia.

Dorong Peran Indonesia

PBNU juga mendorong peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian di tingkat internasional, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Seruan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut dalam menyuarakan nilai-nilai perdamaian, kemanusiaan, dan keadilan global.

#ONBerita #PBNU #Perdamaian #StopPerang #KonflikGlobal #Indonesia

Penulis : Woko Baruno

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *