Film Penerbangan Terakhir, Drama Skandal Pilot dan Pramugari di Dunia Penerbangan
4 mins read

Film Penerbangan Terakhir, Drama Skandal Pilot dan Pramugari di Dunia Penerbangan

On Berita – Jakarta – Di tengah dominasi film horor yang meramaikan layar bioskop Indonesia pada Januari 2026, film Penerbangan Terakhir hadir sebagai penawar dengan genre drama yang berani dan berbeda.

Film ini mengangkat tema sensitif tentang skandal di dunia penerbangan, sebuah ruang profesional yang selama ini identik dengan disiplin, keselamatan, dan citra sempurna.

Sejak pengumuman jadwal tayangnya, Penerbangan Terakhir langsung menarik perhatian publik karena mengangkat sisi gelap yang jarang dibahas secara terbuka.

Film produksi VMS Studio dan Legacy Pictures ini dijadwalkan tayang mulai Kamis, 15 Januari 2026, dan disutradarai oleh Benni Setiawan, yang juga bertindak sebagai penulis naskah.

Dengan durasi 1 jam 51 menit dan rating usia 17 tahun ke atas, Penerbangan Terakhir menjanjikan konflik emosional yang intens, sarat tekanan psikologis, serta kritik sosial yang relevan dengan realitas dunia kerja modern.

Latar Cerita dan Konteks Film

Penerbangan Terakhir tidak hanya berfokus pada kisah personal antarkarakter, tetapi juga menyoroti dinamika relasi kuasa di lingkungan kerja.

Dunia penerbangan dipilih sebagai latar karena dianggap memiliki struktur hierarkis yang kuat, di mana jabatan, kewenangan, dan citra sering kali menjadi alat manipulasi.

Beberapa isu utama yang menjadi fondasi cerita antara lain:

  1. Relasi tidak sehat di tempat kerja
  2. Penyalahgunaan kekuasaan dan charisma
  3. Tekanan psikologis terhadap Perempuan
  4. Citra publik versus realitas pribadi

Film ini mencoba membuka ruang diskusi tentang bagaimana skandal tidak selalu bermula dari niat buruk satu pihak, melainkan dari relasi yang timpang dan situasi yang terus dibiarkan.

Poster Film Penerbangan Terakhir. Sumber Foto VMS Studio dan Legacy Pictures

Sinopsis Film Penerbangan Terakhir

Cerita berpusat pada Deva Angkasa, seorang kapten pilot yang dikenal tampan, karismatik, dan memiliki reputasi mentereng di maskapai tempatnya bekerja.

Di balik seragam rapi dan senyum profesional, Deva menyimpan sisi gelap yang perlahan terungkap.

Ketampanannya bukan sekadar anugerah, melainkan alat untuk mendekati dan memanipulasi banyak pramugari.

Salah satu sosok yang terjerat dalam lingkaran Deva adalah Tiara, seorang pramugari muda yang ambisius namun rapuh secara emosional.

Awalnya, hubungan mereka tampak seperti kisah romantis biasa. Deva memikat Tiara dengan perhatian, janji manis, dan ilusi masa depan cerah.

Namun seiring waktu, relasi tersebut berubah menjadi hubungan yang penuh tekanan, ancaman terselubung, dan permainan psikologis.

Konflik memuncak ketika skandal keduanya terjadi di tengah penerbangan, di ketinggian lebih dari 30.000 kaki.

Ruang sempit pesawat menjadi metafora keterjebakan emosional Tiara—tidak ada tempat untuk lari, tidak ada pilihan untuk berhenti.

Film ini memperlihatkan bagaimana kekuasaan, rasa takut, dan ketergantungan emosional dapat saling mengunci, hingga satu kesalahan kecil berujung pada kehancuran besar.

Karakter Utama dan Pendalaman Tokoh

Salah satu kekuatan Penerbangan Terakhir terletak pada pendalaman karakter yang cukup intens.

Deva Angkasa digambarkan sebagai:

  • Pilot berprestasi dengan kepercayaan diri tinggi
  • Sosok yang manipulatif namun tampak menawan
  • Pribadi problematik dengan emosi yang tidak stabil

Sementara Tiara merepresentasikan:

  • Perempuan pekerja keras dengan mimpi besar
  • Korban relasi kuasa yang tidak seimbang
  • Sosok yang berjuang antara profesionalisme dan perasaan

Dinamika keduanya menjadi inti cerita yang menggiring penonton pada dilema moral: sejauh mana seseorang bertanggung jawab atas pilihan yang dibuat dalam situasi penuh tekanan?

Poster Film Penerbangan Terakhir. Sumber Foto VMS Studio dan Legacy Pictures

Daftar Pemeran Film Penerbangan Terakhir

Film ini diperkuat oleh jajaran aktor dan aktris papan atas Indonesia, antara lain:

  1. Jerome Kurnia sebagai Deva Angkasa
  2. Nadya Arina sebagai Tiara
  3. Aghniny Haque
  4. Nasya Marcella
  5. Ayu Dyah Pasha
  6. Devina Bertha

Kehadiran para pemeran ini menambah kedalaman emosi dan memperkuat konflik yang dibangun sepanjang film.

Film ini juga mengajak penonton untuk lebih peka terhadap isu kekerasan emosional yang kerap tak terlihat, terutama di lingkungan kerja yang tampak glamor.

Dengan pendekatan drama yang intens dan isu yang dekat dengan realitas, Penerbangan Terakhir berpotensi menjadi salah satu film Indonesia paling dibicarakan di awal tahun 2026.

#OnBerita #PenerbanganTerakhir #FilmIndonesia2026 #FilmDramaIndonesia #JeromeKurnia #NadyaArina #FilmBioskop #SkandalPenerbangan

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *