Respon Cepat LPBI NU dalam Penanganan Korban Bencana Sumatera
3 mins read

Respon Cepat LPBI NU dalam Penanganan Korban Bencana Sumatera

On Berita – Jakarta – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) terus mengintensifkan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, khususnya Provinsi Aceh.

Berbagai bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung, dilaporkan berdampak pada ribuan warga di beberapa provinsi, terutama di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Sebagai salah satu lembaga kemanusiaan berbasis masyarakat, LPBI NU bergerak cepat dengan mengerahkan relawan ke daerah terdampak bencana.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi di tengah situasi darurat yang masih berlangsung.

Penyerahan Bantuan Kemanusiaan LPBI NU Kepada Korban Bencana Sumatera. Sumber Foto M. Ikdal Ramdani.

Respon Cepat LPBI NU di Tengah Bencana Sumatera

Sejak laporan bencana diterima, LPBI NU langsung berkoordinasi dengan Pengurus Wilayah NU setempat, pemerintah daerah, serta aparat kebencanaan.

Koordinasi ini bertujuan untuk memetakan wilayah terdampak, jumlah korban, serta jenis bantuan yang paling dibutuhkan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, LPBI NU menyalurkan bantuan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip tepat sasaran dan berbasis kebutuhan lapangan.

Relawan NU yang tergabung dari berbagai daerah turut dilibatkan untuk mempercepat distribusi bantuan.

Jenis Bantuan yang Disalurkan

Bantuan yang disalurkan LPBI NU kepada korban bencana Sumatera meliputi berbagai kebutuhan pokok dan pendukung pemulihan awal, antara lain:

  1. Logistik pangan, seperti beras, mie instan, minyak goreng, air mineral, dan makanan siap saji.
  2. Perlengkapan darurat, meliputi selimut, tikar, pakaian layak pakai, serta perlengkapan bayi dan lansia.
  3. Layanan dapur umum, untuk memastikan korban mendapatkan asupan makanan hangat setiap hari.
  4. Dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan yang mengalami trauma pascabencana.
  5. Alat kebersihan dan sanitasi, guna mencegah penyebaran penyakit di lokasi pengungsian.

Penyaluran bantuan dilakukan baik di posko pengungsian maupun langsung ke permukiman warga yang terisolasi akibat akses jalan terputus.

Penyerahan Bantuan Kemanusiaan LPBI NU Kepada Korban Bencana Sumatera. Sumber Foto M. Ikdal Ramdani.

Tantangan di Lapangan

Meski penyaluran bantuan terus berjalan, LPBI NU menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.

Kondisi cuaca yang belum stabil, akses jalan yang rusak, serta keterbatasan sarana transportasi menjadi kendala utama dalam distribusi logistik.

Namun demikian, relawan tetap berupaya menjangkau seluruh wilayah terdampak dengan memanfaatkan jalur alternatif dan dukungan masyarakat setempat.

LPBI NU juga menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga agar bantuan tidak menumpuk di satu lokasi, sementara daerah lain masih kekurangan.

Penyerahan Bantuan Kemanusiaan LPBI NU Kepada Korban Bencana Sumatera. Sumber Foto M. Ikdal Ramdani.

Komitmen Kemanusiaan Berkelanjutan

LPBI NU menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga akan berlanjut pada fase pemulihan pascabencana.

Program pendampingan masyarakat, pemulihan ekonomi warga, serta edukasi kesiapsiagaan bencana menjadi bagian dari agenda jangka menengah.

Melalui gerakan kemanusiaan ini, LPBI NU berharap kehadiran organisasi masyarakat dapat memperkuat solidaritas sosial sekaligus meringankan beban korban bencana Sumatera yang sedang berjuang bangkit dari musibah.

#OnBerita #LPBINU #BencanaSumatera #BantuanKemanusiaan #NUPeduli #TanggapBencana

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *