Siapa Teungku Nyak Sandang? Penyumbang Pesawat Pertama RI Asal Aceh Meninggal Dunia
3 mins read

Siapa Teungku Nyak Sandang? Penyumbang Pesawat Pertama RI Asal Aceh Meninggal Dunia

On Berita – Jakarta – Ada sebuah nama yang akan selalu harum di setiap deru mesin pesawat yang selalu melintasi langit Nusantara.

Ia adalah Teungku Nyak Sandang lahir pada tanggal 04 Februari 1927 merupakan tokoh besar Aceh yang dikenal sebagai salah satu penyumbang dana pembelian pesawat Seulawah RI-001, yang dimana menjadi pesawat pertama milik Republik Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Beliau tumbuh menjadi sebuah saksi selaku pelaku Sejarah yang membuktikan bahwa kekayaan sejati tidak muncul dari apa yang kita miliki, melainkan pada apa yang berani kita berikan.

Sejarah besar sering kala muncul dari Keputusan-keputusan sunyi yang diambil dari sudut-sudut desa terpencil.

Kisah heroic dari seorang sosok Teungku Nyak Sandang dimulai bukan dari selongso peluru yang siap untuk menumbangkan musuh, melainkan dari sebuh kebun yang peuh akan kenangan.

Pada tahun 1948, saat Republik Indonesia yang baru merasakan sebuah kemerdekaan sedang tertatih-tatih dalam mempertahankan kemerdekaannya yang dimana pada masa itu Presiden Soekarno datang ke Aceh untuk mencari dukungan materil demi kedaulatan negara.

Di tengah ketidakpastian itu, pada waktu itu beliau masih berusia 23 tahun namun di usia beliau yang tergolong muda bukan menjadi penghalang beliau untuk menjual kebunnya yang senilai 20 mayam emas.

Tanpa sedikit rasa gentar beliau melepaskan satu-satunya harta berharga yang ia miliki yaitu sebidang kebun yang mana hasil dari penjualan emas tersebut, beliau serahkan seluruhnya untuk kepentingan negara yang kemudian dikelola oleh Presiden Soekarno yang kala itu digunakan untuk membeli Pesawat Seulawah RI-001.

Sekitar tanggal 25 Agustus 2025, Beliau mendapatkan penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto berupa Bintang Jasa Utama kepada Teungku Nyak Sandang dalam acara penganugerahan tanda jasa dan tanda kehormatan di Istana Negara.

Pada saat menghadiri acara tersebut Teungku Nyak Sandang datang menggunakan kursi roda. Selama prosesi pemberian penghargaan berlangsung Presiden Prabowo kemudian berlutut di hadapan beliau untuk mengalungkan dan menyematkan tanda kehormatan.

Kini, pengabdian panjang itu telah sampai pada peristirahatan terakhirnya. Kepergian Nyak Sandang meninggalkan duka yang mendalam bagi Masyarakat Aceh dan bangsa Indonesia.

Sosok tokoh Masyarakat yang dikenal luas akan dedikasi dan pengorbanannya yaitu Teungku Nyak Sandang bin Lamudin telah berpulang ke Rahmatullah pada Selasa (07/04/2026) pada pukul 12 siang, beliau tutup usia tepat di angka yang sangat Istimewa, yakni satu abad.

Satu abad perjalanan hidupnya adalah satu abad tentang keteladanan.

Di usia yang masih sangat muda kala itu, beliau sudah memahami makna pengorbanan yang sesungguhnya.

Ia tak butuh tepuk tangan atau pujian, ia hanya ingin melihat negerinya merdeka sepenuhnya.

Warisan yang ia tinggalkan bukan sekadar catatan di buku sejarah, melainkan sebuah nilai tentang bagaimana mencintai tanah air dengan segenap jiwa dan raga.

Beliau adalah pengingat bahwa pahlawan tidak selalu datang dengan seragam militer, tapi bisa datang dari sosok bersahaja yang rela memberikan apa yang ia punya demi kemaslahatan orang banyak.

Kepergian Nyak Sandang meninggalkan jejak-jejak pengabdian yang tak akan pernah lekang dalam Sejarah perjuangan negeri ini.

Bukan tanpa sebab di usia beliau yang tergolong muda, ia telah menunjukkan dan membuktikan pengorbanannya dalam membantu negara pada saat sedang tertatih-tatih.

Meski sosoknya kini telah tiada, semangatnya akan selalu hidup dalam setiap jengkal kemajuan bangsa ini.

Beliau telah menunaikan tugasnya dengan sangat baik, memberikan segalanya tanpa meminta kembali.

Selamat jalan Sang Penjaga langit, terima kasih telah meminjamkan “sayap” agar bangsa ini bisa terbang tinggi dengan bebasnya.

Do’a kami akan senantiasa mengiringi kepulanganmu ke hadirat-Nya.

Meski ragamu telah tiada,  setiap kali ada pesawat yang melintas di cakrawala Indonesia, kami akan selalu teringat akan pemuda tulus yang pernah menjual sebidang kebun demi sebuah kemerdekaan.

#OnBerita #KemerdekaanIndonesia #TeungkuNyakSandang #PesawaTRI

Penulis : Vista Sylvia

Editor : Rizky Saptanugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *