Jelang May Day, Ini Sejumlah Tuntutan Buruh yang Akan Aksi di DPR Pertengahan April
ONBERITA — Jakarta — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), sejumlah elemen serikat pekerja berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)pada pertengahan April.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi buruh terhadap berbagai kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Sejumlah Tuntutan Buruh
Dalam rencana aksi tersebut, terdapat beberapa tuntutan utama yang disuarakan oleh para buruh, di antaranya:Kenaikan Upah Layak
Buruh menuntut adanya penyesuaian upah minimum yang dinilai harus mengikuti kenaikan kebutuhan hidup serta inflasi.Penghapusan Sistem Outsourcing
Sistem kerja alih daya dinilai merugikan pekerja karena tidak memberikan kepastian kerja dan perlindungan yang memadai.Revisi Regulasi Ketenagakerjaan
Buruh mendesak pemerintah dan DPR untuk meninjau ulang aturan ketenagakerjaan yang dianggap merugikan pekerja.
Jaminan Sosial dan Perlindungan Kerja
Pekerja meminta peningkatan perlindungan melalui jaminan sosial yang lebih komprehensif, termasuk kesehatan dan ketenagakerjaan.
Penolakan PHK Massal
Buruh juga menyoroti maraknya pemutusan hubungan kerja dan meminta pemerintah hadir memberikan solusi.Aksi Akan Dipusatkan di DPR
Rencana aksi akan dipusatkan di kawasan DPR RI sebagai simbol penyampaian aspirasi kepada pembuat kebijakan.
Massa buruh diperkirakan datang dari berbagai wilayah untuk menyuarakan tuntutan secara kolektif.
Aparat keamanan disebut akan melakukan pengamanan guna memastikan aksi berjalan tertib dan kondusif.
Harapan Dialog
Serikat pekerja berharap aksi ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan DPR untuk membuka ruang dialog serta merespons tuntutan buruh secara konkret.
Aksi menjelang May Day ini menjadi bagian dari dinamika tahunan yang kerap diwarnai dengan penyampaian aspirasi terkait kesejahteraan pekerja di Indonesia.
#ONBerita #MayDay #Buruh #AksiDPR #Ketenagakerjaan #Indonesia
Penulis : Woko Baruno
Editor : Ali Ramadhan
