Dampak KA Bangunkarta Anjlok: KAI Batalkan 8 Perjalanan dan Ganggu 19 Rute
On Berita – Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengumumkan adanya gangguan operasional perjalanan kereta api menyusul insiden anjloknya KA Bangunkarta (KA 161) di emplasemen Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Senin (06/04/2026).
Peristiwa tersebut berdampak cukup signifikan terhadap layanan perjalanan kereta, di mana sejumlah perjalanan harus dibatalkan maupun tidak dapat melanjutkan perjalanan hingga stasiun tujuan akhir.
Dalam keterangan resminya yang disampaikan pada Selasa (7/4/2026), KAI menyebutkan bahwa total delapan perjalanan kereta api dibatalkan, sementara 19 perjalanan lainnya mengalami gangguan operasional.
“Kejadian anjlokan KA Bangunkarta di Stasiun Bumiayu menyebabkan beberapa perjalanan kereta mengalami keterlambatan serta pembatalan di sejumlah rute,” tulis pihak KAI dalam pernyataan resminya.
Adapun daftar perjalanan kereta yang dibatalkan per Senin (6/4/2026) pukul 19.40 WIB meliputi:
- KA Sawunggalih (Kutoarjo – Pasar Senen)
- KA Sawunggalih (Pasar Senen – Kutoarjo)
- KA Taksaka (Yogyakarta – Gambir)
- KA Taksaka (Gambir – Yogyakarta)
- KA Purwojaya (Gambir – Cilacap)
- KA Purwojaya (Cilacap – Gambir)
- KA Joglosemarkerto (Purwokerto – Solo Balapan)
- KA Kamandaka (Semarang Tawang – Purwokerto)
Selain pembatalan, sejumlah perjalanan lainnya juga tidak dapat dilanjutkan hingga tujuan akhir, sehingga memicu keterlambatan yang cukup panjang di beberapa titik perjalanan.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memastikan pemberian kompensasi atau service recovery sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api.
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa penumpang berhak mendapatkan kompensasi berdasarkan durasi keterlambatan. Untuk keterlambatan lebih dari satu jam, penumpang diberikan minuman ringan.
Jika keterlambatan melebihi tiga jam, pelanggan berhak memperoleh makanan dan minuman ringan, sedangkan keterlambatan di atas lima jam akan diberikan makanan dan minuman berat.
Pihak KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat insiden ini.
Mereka menegaskan bahwa upaya pemulihan operasional terus dilakukan agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal secepat mungkin.
“KAI memohon maaf atas kendala yang terjadi. Petugas di lapangan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat proses penanganan sehingga operasional dapat kembali normal,” ujar pihak perusahaan.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dan kesiapan operasional dalam layanan transportasi publik, khususnya moda kereta api yang menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk mobilitas jarak jauh.
Hingga saat ini, penyebab pasti anjloknya KA Bangunkarta masih dalam proses investigasi lebih lanjut oleh pihak terkait.
#OnBerita #KAI #KeretaApi #KAAnjlok #TransportasiIndonesia #Bumiayu #Brebes #PerjalananKA #InfoTransportasi #BeritaHariIni
Penulis : Rizky Saptanugraha
Editor : Ali Ramadhan
