Konflik Timur Tengah Memanas, PBNU Serukan Perdamaian Lewat Diplomasi
3 mins read

Konflik Timur Tengah Memanas, PBNU Serukan Perdamaian Lewat Diplomasi

On Berita – Jakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ulil Abshar Abdalla menyampaikan sikap resmi terkait eskalasi konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video yang diunggah oleh Televisi Nahdlatul Ulama (TVNU) pada awal Rabu, (1/04/2026), PBNU menegaskan keprihatinan mendalam atas perang yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda, serta menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Dalam pembukaannya, PBNU menyampaikan duka dan keprihatinan terhadap situasi global yang semakin memanas. Konflik yang melibatkan sejumlah negara di Timur Tengah dinilai tidak hanya berdampak pada kawasan tersebut, tetapi juga telah meluas hingga memengaruhi kondisi global, termasuk Indonesia.

“Kami menyesalkan dan menyatakan sikap yang sedih karena terjadi perang di Timur Tengah saat ini dan perang ini tampaknya belum menandakan adanya peredaan sampai sekarang ini,” demikian disampaikan dalam pernyataan tersebut.

PBNU juga secara tegas mengkritik tindakan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan prinsip hukum internasional dan melanggar kedaulatan negara lain.

“Kami juga mengkritik dan menyesalkan tindakan pemerintah Amerika Serikat dan Israel yang melakukan serangan terhadap Iran tanpa mengindahkan hukum internasional, tanpa mengindahkan tatanan internasional yang sekarang ini ada,” lanjut pernyataan tersebut.

PBNU menilai bahwa tindakan tersebut patut dikutuk karena bertentangan dengan kesepakatan global yang menjunjung tinggi kedaulatan dan perdamaian antarnegara. Bahkan, PBNU menyebut bahwa opini publik internasional saat ini cenderung tidak mendukung langkah militer tersebut.

Di sisi lain, PBNU juga menyoroti respons Iran dalam konflik tersebut. Meskipun memahami adanya latar belakang tertentu, PBNU tetap menyayangkan serangan yang dilakukan Iran terhadap negara-negara di sekitarnya, khususnya di kawasan Teluk.

“Kita tahu Iran punya alasan-alasannya sendiri, tetapi bagi kami serangan ini patut disesalkan. Karena bagaimanapun negara-negara muslim di kawasan perlu menjaga persatuannya,” ujar PBNU dalam pernyataan itu.

PBNU menekankan pentingnya solidaritas antarnegara Muslim, terutama dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Menurut mereka, perpecahan di antara negara-negara Islam justru akan memperburuk situasi dan melemahkan upaya kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Selain itu, PBNU juga menyampaikan simpati kepada negara-negara di kawasan Teluk yang saat ini menghadapi tekanan besar akibat konflik yang terus berlangsung. Dampak perang dinilai tidak hanya dirasakan secara politik dan keamanan, tetapi juga secara ekonomi dan sosial.

PBNU kemudian menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk segera menghentikan konflik. Seruan ini secara khusus ditujukan kepada pemerintah Amerika Serikat dan Israel agar menghentikan tindakan militer yang berpotensi memperluas konflik.

“Kami mendorong semua pihak untuk segera menghentikan perang ini. Terutama himbauan ini kami arahkan kepada pemerintah Amerika Serikat dan Israel untuk segera menghentikan perang ini,” tegasnya.

PBNU juga menekankan bahwa dampak perang telah dirasakan oleh masyarakat Indonesia, terutama dalam bentuk tekanan ekonomi. Oleh karena itu, penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dianggap sebagai langkah paling rasional dan mendesak untuk dilakukan.

“Kita punya kepentingan besar untuk segera perang ini berakhir ditempuh jalan diplomatik,” lanjut pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, PBNU mendorong negara-negara di dunia Islam untuk mengambil peran aktif dalam mengupayakan perdamaian. Pemerintah Indonesia juga didorong untuk terus menginisiasi dan mendukung upaya diplomasi internasional guna meredakan konflik.

Di akhir pernyataan, PBNU menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit Indonesia yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. PBNU mengecam tindakan yang menyebabkan jatuhnya korban di kalangan pasukan penjaga perdamaian tersebut.

“Kami menyampaikan duka yang mendalam atas jatuhnya tiga prajurit kita di dalam misi perdamaian di Libanon,” tutup pernyataan tersebut.

#OnBerita #PBNU #TimurTengah #Diplomasi #PerangTimurTengah #Perdamaian #ASIran #Israel #Indonesia #BeritaInternasional #NU

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *