Tata Cara Puasa Qada Ramadan dan Siapa Saja yang Wajib Menggantinya
On Berita – Jakarta – Puasa qada Ramadan merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang tidak menjalankan puasa pada bulan Ramadan karena alasan tertentu.
Puasa ini berfungsi sebagai pengganti puasa wajib yang ditinggalkan, sehingga kewajiban berpuasa tetap dapat disempurnakan meskipun dilakukan di luar bulan Ramadan.
Dalam ajaran Islam, istilah qada memiliki arti melaksanakan atau mengganti ibadah yang terlewat di luar waktu yang telah ditentukan.
Oleh karena itu, puasa qada Ramadan dilakukan setelah bulan Ramadan berakhir hingga sebelum datangnya Ramadan berikutnya.
Jadwal Puasa Qada Ramadan 2026
Pada tahun 2026, pemerintah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026.
Dengan demikian, umat Islam sudah dapat mulai melaksanakan puasa qada sejak 2 Syawal atau tanggal 22 Maret 2026.
Pelaksanaan puasa qada sebenarnya tidak memiliki batas waktu tertentu dalam satu tahun, selama masih dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan berikutnya.
Namun, para ulama menganjurkan agar puasa qada dilakukan sesegera mungkin setelah Idul Fitri agar tidak menumpuk atau terlupa.
Selain itu, sebagian umat Islam juga sering menggabungkan puasa qada dengan puasa sunnah, seperti puasa Senin Kamis atau puasa enam hari di bulan Syawal, selama niatnya tetap untuk mengganti puasa wajib Ramadan.

Dasar Hukum Puasa Qada
Kewajiban puasa qada dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 184 yang menjelaskan bahwa orang yang tidak berpuasa karena sakit atau perjalanan wajib menggantinya pada hari lain.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Islam memberikan keringanan bagi orang yang tidak mampu berpuasa pada waktunya karena alasan tertentu, namun tetap mewajibkan menggantinya di hari lain.
Hal ini menunjukkan bahwa puasa Ramadan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap umat Islam yang mampu menjalankannya.
Selain mengganti puasa, dalam kondisi tertentu ada juga kewajiban membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin bagi orang yang tidak mampu berpuasa sama sekali, seperti orang yang sakit permanen atau lanjut usia.
Bacaan Niat Puasa Qada Ramadan
Dalam menjalankan puasa qada, umat Islam juga perlu membaca niat puasa pada malam hari sebelum melaksanakan puasa. Berikut bacaan niat puasa qada Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat untuk mengqada puasa Ramadan esok hari karena Allah SWT.”
Niat tersebut dibaca pada malam hari sebelum puasa, sama seperti niat puasa Ramadan pada umumnya.
Siapa Saja yang Wajib Mengganti Puasa Ramadan
Tidak semua orang dapat menjalankan puasa Ramadan secara penuh.
Dalam Islam, terdapat beberapa golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa, namun tetap wajib menggantinya di luar bulan Ramadan.
Beberapa golongan yang wajib mengganti puasa antara lain:
- Orang yang sakit
- Musafir atau orang yang sedang melakukan perjalanan jauh
- Wanita yang sedang haid
- Wanita yang sedang nifas
- Orang yang muntah dengan sengaja
- Orang yang tidak berpuasa dengan sengaja
- Ibu hamil atau menyusui yang tidak berpuasa karena alasan kesehatan
Golongan tersebut wajib mengganti puasa sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan selama bulan Ramadan.

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Qada
Dalam pelaksanaannya, puasa qada Ramadan dapat dilakukan secara berturut-turut maupun tidak berturut-turut.
Umat Islam dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.
Beberapa ketentuan puasa qada Ramadan:
- Dilakukan setelah bulan Ramadan berakhir
- Dilaksanakan sebelum Ramadan berikutnya
- Jumlah hari harus sesuai dengan puasa yang ditinggalkan
- Boleh dilakukan berturut-turut atau terpisah
- Harus membaca niat puasa qada pada malam hari
- Jika sengaja menunda hingga Ramadan berikutnya, maka sebagian ulama mewajibkan qada dan fidyah
- Puasa tetap batal jika melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak menunda pelaksanaan puasa qada agar kewajiban puasa dapat segera diselesaikan.
Pentingnya Menyegerakan Puasa Qada
Menyegerakan puasa qada memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah agar tidak menumpuk utang puasa dan menghindari lupa atau tidak sempat menggantinya sebelum Ramadan berikutnya.
Selain itu, menyegerakan puasa qada juga menunjukkan kesungguhan seorang Muslim dalam menyempurnakan ibadah wajibnya.
Puasa Ramadan merupakan salah satu rukun Islam, sehingga mengganti puasa yang ditinggalkan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi.
Dengan melaksanakan puasa qada, seorang Muslim telah menyempurnakan kewajiban puasanya dan diharapkan ibadah Ramadan yang telah dijalankan menjadi lebih sempurna.
Makna Puasa Qada
Puasa qada Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam yang tidak menjalankan puasa pada bulan Ramadan karena alasan tertentu seperti sakit, perjalanan, haid, nifas, atau alasan lainnya.
Puasa qada dapat dilakukan setelah Idul Fitri hingga sebelum Ramadan berikutnya.
Pelaksanaan puasa qada dapat dilakukan secara berturut-turut maupun terpisah sesuai kemampuan.
Namun, umat Islam dianjurkan untuk segera mengganti puasa agar tidak menunda kewajiban.
Dengan memahami jadwal, niat, dan ketentuan puasa qada Ramadan, umat Islam diharapkan dapat melaksanakan ibadah ini dengan benar dan menyempurnakan ibadah puasanya.
#OnBerita #PuasaQada #PuasaRamadan #IdulFitri #IbadahIslam #NiatPuasa #Ramadan #Syawal
Penulis : Rizky Saptanugraha
Editor : Ali Ramadhan
