Iran Tutup Selat Hormuz, biaya sektor ini Di indonesia bakalan naik Drastis
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus Rp 30 Ribu per Liter? Dampaknya ke Indonesia Sangat Besar
Biaya hidup dan inflasi terus meningkat. Karena biaya pengiriman yang meningkat, biaya transportasi, logistik, dan produk makanan akan meningkat. Ekonom memperkirakan bahwa inflasi dapat tembus antara 6 dan 8 persen jika gangguan berlangsung lebih dari 1 hingga 2 bulan. Subsidi tenaga listrik dan tekanan APBN.
Subsidi listrik dan BBM dapat meningkat hingga puluhan triliun rupiah. Pemerintah mungkin perlu mengurangi anggaran lain atau mencari cara baru untuk menghasilkan uang. Industri mengalami dampak yang signifikan. Industri manufaktur, petrokimia, dan transportasi (terutama angkutan umum dan logistik) akan menghadapi kenaikan tajam biaya operasional. Analis energi seperti Wood Mackenzie dan CNBC menyatakan bahwa penutupan Selat Hormuz sepenuhnya dapat menyebabkan krisis energi global tiga kali lebih parah daripada embargo minyak Arab pada tahun 1973.
Meskipun lalu lintas tanker belum sepenuhnya diblokir, kapal dari China dan Iran masih dapat bergerak dengan sedikit. Kenapa Iran Melakukan Hal Ini? Langkah Iran dianggap sebagai tanggapan atas serangan udara AS-Israel yang menargetkan infrastruktur strategis dan fasilitas militer.
Teheran melihat penutupan ini sebagai senjata ekonomi untuk menekan Barat dan sekutunya, meskipun juga mengalami kerugian. Namun, karena risiko serangan balik armada AS dan kerugian besar bagi sekutu seperti China (impor minyak Gulf mencapai 5 juta barel per hari), analis internasional menganggap sulit untuk mempertahankan penutupan total berkepanjangan. Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Disebutkan bahwa pemerintah melalui Kementerian ESDM dan Pertamina melakukan pengawasan ketat. Ada beberapa pilihan yang mungkin: Meningkatkan stok cadangan minyak nasional, mempercepat variasi impor, seperti dari Rusia, AS, dan Afrika, dan mengoptimalkan produksi domestik seperti Blok Cepu dan Rokan Orang-orang diminta untuk tidak panik saat membeli BBM sementara menunggu pengumuman resmi dari pemerintah tentang penyesuaian harga.
Penulis : Muhidin
Editor : Rizky Sapta Nugraha
