Pencinta Kopi Wajib Tahu! Waktu Ideal Minum Kopi Saat Puasa
4 mins read

Pencinta Kopi Wajib Tahu! Waktu Ideal Minum Kopi Saat Puasa

On Berita – Bulan Ramadan identik dengan perubahan pola makan dan gaya hidup, termasuk bagi para pencinta kopi.

Minuman berkafein ini selama ini menjadi “penyelamat” di tengah padatnya aktivitas, membantu meningkatkan fokus dan menjaga energi.

Namun ketika menjalankan ibadah puasa, kebiasaan menyeruput kopi di pagi atau siang hari tentu harus dihentikan.

Lalu, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk minum kopi saat berpuasa agar tetap aman bagi kesehatan?

Banyak orang mengeluhkan rasa kantuk dan sulit konsentrasi di siang hari selama Ramadan.

Biasanya, solusi instan yang terpikir adalah secangkir kopi. Kandungan kafein memang bekerja dengan cara merangsang sistem saraf pusat sehingga tubuh terasa lebih segar.

Sayangnya, saat berpuasa, konsumsi kopi hanya bisa dilakukan di luar waktu imsak hingga magrib, yakni saat berbuka atau sahur. Itupun tidak bisa sembarangan.

Waktu Ideal Minum Kopi Saat Puasa

Ahli kesehatan umumnya menyarankan agar kopi tidak diminum saat perut kosong, termasuk ketika berbuka puasa.

Setelah seharian tidak mendapat asupan makanan dan minuman, kondisi lambung menjadi lebih sensitif.

Jika langsung diisi kopi, risiko iritasi lambung bisa meningkat, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat asam lambung atau GERD.

Waktu yang lebih dianjurkan adalah sekitar 1–2 jam setelah berbuka puasa. Awali berbuka dengan air putih untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, kemudian konsumsi makanan ringan atau takjil sehat.

Setelah perut terisi dan kondisi tubuh lebih stabil, barulah kopi dapat dinikmati dalam jumlah wajar.

Cara ini membantu meminimalkan gangguan pencernaan sekaligus tetap memberi manfaat dari kafein.

Sebaliknya, minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur sebaiknya dihindari.

Berdasarkan sejumlah literatur kesehatan dan informasi dari lembaga seperti Sleep Foundation, konsumsi kafein menjelang waktu tidur dapat mengganggu kualitas istirahat dan memicu insomnia.

Padahal, kualitas tidur yang baik sangat penting selama Ramadan agar tubuh tetap bugar dan bisa bangun sahur tepat waktu.

Ilustrasi minum kopi bersama pada saat berbuka. Ilustrasi foto by canva.

Pilih Jenis Kopi yang Lebih Ramah Lambung

Tidak semua jenis kopi memiliki kadar kafein yang sama. Bagi yang tetap ingin menikmati kopi selama puasa, memilih jenis dengan kadar kafein lebih rendah bisa menjadi opsi bijak.

Kopi decaf atau kopi rendah kafein umumnya lebih aman untuk lambung, meski tetap harus dikonsumsi dalam batas wajar.

Data dari National Coffee Association menunjukkan bahwa kopi reguler dapat mengandung sekitar 95 mg kafein per 100 ml, sementara kopi decaf hanya sekitar 2 mg per 100 ml.

Perbedaan ini cukup signifikan dan dapat memengaruhi reaksi tubuh, terutama terkait produksi asam lambung dan efek diuretik.

Kafein sendiri bersifat diuretik ringan, artinya dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Jika dikonsumsi berlebihan saat berbuka atau sahur, kopi berpotensi mempercepat kehilangan cairan dan memicu dehidrasi ringan, terutama bila tidak diimbangi dengan asupan air putih yang cukup.

Batasi Takaran dan Perhatikan Kondisi Tubuh

Meskipun diperbolehkan, konsumsi kopi saat Ramadan sebaiknya tetap dibatasi.

Satu cangkir per hari umumnya sudah cukup untuk membantu menjaga fokus tanpa memberikan dampak berlebihan pada sistem pencernaan.

Mengonsumsi kopi berkali-kali dalam satu malam justru dapat memicu gangguan lambung, jantung berdebar, hingga gangguan tidur.

Bagi individu dengan riwayat maag, GERD, atau gangguan lambung lainnya, konsultasi dengan tenaga medis sebelum tetap rutin minum kopi selama puasa sangat disarankan.

Alternatif lain seperti teh rendah kafein atau minuman herbal hangat bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

Selain itu, penting untuk memperhatikan pola makan secara keseluruhan.

Konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka akan membantu menjaga energi sepanjang hari tanpa terlalu bergantung pada kafein.

Protein, serat, dan karbohidrat kompleks dapat memberikan energi yang lebih stabil dibandingkan efek cepat namun sementara dari kopi.

Ilustrasi minum kopi bersama pada saat berbuka. Ilustrasi foto by canva.

Bijak Menikmati Kopi Selama Ramadan

Pada akhirnya, minum kopi saat berpuasa bukanlah hal yang sepenuhnya dilarang, tetapi perlu dilakukan dengan penuh kesadaran.

Waktu konsumsi, jenis kopi, dan jumlah yang diminum menjadi faktor penting agar ibadah tetap lancar dan kesehatan terjaga.

Ramadan adalah momentum untuk melatih pengendalian diri, termasuk dalam kebiasaan konsumsi harian.

Dengan pengaturan yang tepat, para pencinta kopi tetap bisa menikmati minuman favoritnya tanpa harus mengorbankan kualitas ibadah maupun kondisi tubuh.

#OnBerita #Ramadan2026 #TipsPuasa #MinumKopi #KesehatanRamadan #PuasaSehat #GayaHidupSehat #InfoRamadan

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *