Gerakan Aktivis Jakarta Tuntut Audit Independen Kasus Tata Kelola Minyak Pertamina
On Berita – Jakarta – Gerakan Aktivis Jakarta (GAJA) menggelar aksi unjuk rasa di depan PEPC Pertamina pada Kamis (12/2/2026) sebagai bentuk keprihatinan atas dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018–2023.
Dugaan tersebut disebut berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp193,7 triliun.
Aksi tersebut dilakukan sebagai dorongan moral kepada aparat penegak hukum agar mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam sektor energi nasional.
Massa aksi menilai sektor energi merupakan bidang strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Dalam pernyataan sikapnya, GAJA menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Kejaksaan Agung RI.
Pertama, mendesak agar seluruh pihak yang diduga terlibat diperiksa tanpa tebang pilih.
Mereka menegaskan bahwa kerugian negara berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, sehingga penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan terbuka.
Kedua, massa menuntut dilakukan pengusutan menyeluruh melalui audit independen yang hasilnya dapat diakses publik.
Menurut mereka, transparansi diperlukan untuk memastikan tidak ada ruang kompromi dalam penyelesaian kasus yang berkaitan dengan pengelolaan energi nasional.
Ketiga, GAJA meminta agar apabila dugaan korupsi tersebut terbukti, maka setiap pihak yang terlibat diproses secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Koordinator Lapangan GAJA, Dayat Ohoirenan, dalam orasinya menjelaskan bahwa meskipun CPU bukan merupakan kantor pusat PT Pertamina, fasilitas tersebut merupakan bagian dari sektor hulu yang berperan dalam pengolahan awal produksi minyak dan gas sebelum memasuki tahap pengolahan lanjutan dan distribusi.
Ia menekankan bahwa sektor hulu merupakan titik awal dalam rantai produksi energi nasional.
Oleh karena itu, apabila terdapat kelemahan tata kelola pada tahap awal tersebut, dampaknya dapat meluas hingga ke seluruh sistem distribusi dan pengelolaan energi.
“Pengusutan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, agar tidak ada celah penyimpangan dalam tata kelola energi yang menyangkut kepentingan rakyat,” ujarnya dalam orasi.
Aksi berlangsung tertib dengan penyampaian orasi serta pembacaan tuntutan.
Massa juga menyatakan komitmen untuk terus mengawal proses penegakan hukum hingga tuntas sebagai bentuk kontrol publik terhadap pengelolaan sektor energi nasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
#GAJA #KejaksaanAgung #Pertamina #KorupsiEnergi #TataKelolaMinyak #TransparansiEnergi #BeritaNasional #IsuEnergi #KontrolPublik
