Diplomasi RI-Australia Meningkat, Albanese Disambut Presiden Prabowo
4 mins read

Diplomasi RI-Australia Meningkat, Albanese Disambut Presiden Prabowo

On Berita – Jakarta – Kunjungan kenegaraan antara Australia dan Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Perdana Menteri Australia Anthony Albanese tiba di Jakarta pada Kamis (5/02/2026) untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto.

Lawatan ini merupakan bagian penting dari hubungan diplomasi antara kedua negara tetangga yang terus menguat, tidak hanya dalam hal politik, tetapi juga keamanan, ekonomi, dan kerja sama strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Kunjungan Kenegaraan dan Sambutan Resmi

PM Australia Anthony Albanese tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar malam Kamis (5/02/ 2026).

Ia disambut oleh sejumlah pejabat tinggi Indonesia, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Investasi Rosan Roeslani, menandakan betapa pentingnya kunjungan ini bagi hubungan bilateral kedua negara.

Keesokan harinya, pada Jumat, (6/02/2026), Presiden Prabowo menyambut kunjungan resmi Albanese di Istana Merdeka dengan upacara kenegaraan lengkap, termasuk pertunjukan tarian tradisional dan penghormatan lagu kebangsaan kedua negara.

Interaksi ini tidak hanya simbolik, tetapi juga mencerminkan kedekatan sejarah dan kerja sama panjang antara Indonesia dan Australia.

Hubungan Diplomasi Indonesia–Australia Makin Erat

Kunjungan ini berlangsung di tengah momentum penguatan hubungan strategis antara Jakarta dan Canberra.

Australia dan Indonesia telah lama menjalin kerja sama yang mencakup berbagai bidang—mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, hingga pertahanan dan keamanan regional.

Salah satu hasil signifikan dari lawatan ini adalah penandatanganan Perjanjian Keamanan Bersama (Australia-Indonesia Treaty on Common Security) oleh Presiden Prabowo dan PM Albanese.

Perjanjian ini bertujuan memperkuat konsultasi dan kerja sama keamanan antara kedua negara, termasuk kemungkinan latihan militer bersama, pertukaran pendidikan militer, serta koordinasi dalam menghadapi ancaman keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Fokus Kerja Sama dalam Berbagai Sektor

Selain aspek keamanan, kunjungan Albanese juga menyoroti pentingnya kerja sama dalam bidang lain yang strategis, di antaranya:

  • Ekonomi dan investasi – kedua negara sepakat memperluas kerja sama ekonomi, termasuk membahas peluang investasi dua arah dan memperluas perdagangan barang serta jasa.
  • Pendidikan dan pertukaran budaya – kesepakatan mencakup pengembangan program pendidikan bersama serta penguatan hubungan sosial masyarakat melalui pertukaran pelajar dan profesional.
  • Penguatan kapasitas kesehatan dan pembangunan – kerja sama dalam sistem kesehatan dan agenda pembangunan berkelanjutan juga menjadi bagian dari diskusi antara kedua pemimpin.

Sejarah dan Konteks Diplomasi RI-Australia

Hubungan antara Indonesia dan Australia dibangun melalui sejarah panjang yang mencakup kerja sama sejak masa kemerdekaan Indonesia.

Kedua negara merupakan mitra strategis yang bertetangga secara geografis dan berbagi banyak kepentingan regional, termasuk stabilitas kawasan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Kerja sama ini telah berlangsung sejak puluhan tahun dan terus berkembang melalui berbagai forum dan pertemuan bilateral, termasuk Australia–Indonesia Annual Leaders’ Meeting, yang sebelumnya juga menjadi momen pertemuan antarpemimpin kedua negara.

Tanggapan dan Harapan dari Publik serta Pemerintah

Kunjungan PM Albanese disambut baik oleh pemerintah Indonesia, yang melihat hubungan bilateral dengan Australia lebih dari sekadar hubungan diplomasi formal.

Presiden Prabowo secara pribadi menyampaikan ucapan selamat kepada Albanese sekaligus menekankan pentingnya rasa saling percaya dan kerja sama yang saling menguntungkan.

PM Albanese pun menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Australia saat ini “lebih kuat dari sebelumnya,” menekankan kerja sama yang erat dalam menghadapi tantangan global, termasuk perubahan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.

Tantangan dan Perspektif Ke Depan

Walaupun hubungan kedua negara semakin menguat, para analis mencatat pentingnya terus menjaga kedaulatan dan kebijakan luar negeri yang independen dari masing-masing pihak.

Hubungan strategis ini perlu dikelola secara hati-hati agar mencerminkan kepentingan nasional kedua negara tanpa meninggalkan prinsip non-blok atau sikap bebas aktif.

Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum penting bahwa privasi kepentingan regional—termasuk di kawasan Indo-Pasifik—bukan hanya soal hubungan bilateral, tetapi juga dinamika geopolitik yang lebih luas di era multipolar saat ini.

Kunjungan kenegaraan PM Australia Anthony Albanese ke Indonesia menunjukkan hubungan diplomatik yang semakin matang dan strategis antara dua negara tetangga ini.

Dari sambutan kenegaraan hingga penandatanganan perjanjian bilateral, kunjungan tersebut menegaskan niat kedua pihak untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk keamanan, ekonomi, dan pembangunan.

Diplomasi Indonesia–Australia kini berada pada fase yang lebih kuat, sejalan dengan tantangan dan peluang di kawasan Indo-Pasifik yang terus berkembang.

#OnBerita #KunjunganKenegaraan #IndonesiaAustralia #DiplomasiInternasional #AnthonyAlbanese #PrabowoSubianto #PerjanjianKeamanan #IndoPacific #HubunganBilateral

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *