Theotown, Game Simulasi yang Tiba-Tiba Naik Daun di Kalangan Komunitas Gamer Lokal
1 min read

Theotown, Game Simulasi yang Tiba-Tiba Naik Daun di Kalangan Komunitas Gamer Lokal

ON BERITA — Jakarta— Game simulasi kota TheoTown mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan komunitas gamer lokal Indonesia.

Game yang awalnya lebih dikenal di komunitas penggemar city-building ini kini merangsek naik menjadi salah satu permainan strategi yang paling banyak dimainkan dan dibicarakan, khususnya di platform mobile Android dan iOS.

TheoTown adalah game simulasi pembangunan kota (city-building) yang memungkinkan pemain berperan sebagai wali kota sekaligus perencana wilayah.

Pemain diberi kebebasan membangun kota dari nol, mulai dari:

  • Jalan raya dan jalur transportasi
  • Zona perumahan, bisnis, dan industri
  • Fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, dan pemadam kebakaran
  • Sistem listrik, air, dan pengelolaan limbah.
Ilustrasi by Canva

Alasan TheoTown Tiba-Tiba Viral di Indonesia

Ada beberapa faktor utama yang membuat TheoTown naik daun di komunitas gamer lokal:

  • Ringan dan Bisa Dimainkan di HP Spek Rendah

TheoTown dapat berjalan lancar di smartphone dengan spesifikasi menengah ke bawah. Ini membuatnya cepat menyebar di kalangan pelajar dan gamer casual yang tidak memiliki perangkat gaming mahal.

  • Gameplay Mendalam dan Bebas Kreativitas

Meski tampil sederhana, sistem dalam TheoTown sangat kompleks. Pemain harus mengatur:

  • Ekonomi kota
  • Kebutuhan penduduk
  • Lalu lintas dan transportasi
  • Bencana alam seperti kebakaran, banjir, hingga gempa.

Kebebasan inilah yang membuat pemain betah berjam-jam membangun kota impian.

  • Dukungan Mod dan Plugin Komunitas

TheoTown memiliki sistem plugin yang memungkinkan pemain mengunduh gedung, kendaraan, dan fitur baru buatan komunitas.

Banyak kreator Indonesia mulai membuat:

  • Masjid, sekolah, dan gedung khas Indonesia
  • Bus, angkot, dan kereta lokal
  • Landmark kota Indonesia

#Onberita #TheoTown #gamesimulasikota #gamecitybuilding

Penulis : Woko Baruno

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *