Isi Bensin Siang Hari Lebih Sedikit Dibanding Malam, Ini Faktanya
5 mins read

Isi Bensin Siang Hari Lebih Sedikit Dibanding Malam, Ini Faktanya

On Berita – Jakarta – Banyak pengendara di Jakarta bahkan seluruh Indonesia sering mendengar mitos bahwa mengisi bensin pada malam hari akan mendapatkan volume yang lebih banyak dibandingkan siang hari.

Beberapa orang bahkan sengaja menunda pengisian bensin hingga larut malam dengan harapan bisa mendapatkan lebih banyak bahan bakar untuk perjalanan mereka.

Namun, apakah klaim ini benar-benar berdasarkan fakta ilmiah, atau hanya sekadar kepercayaan yang tidak berdasar? Berikut penjelasan lengkap mengenai fenomena yang sering diperdebatkan ini.

Prinsip Ilmiah di Balik Perubahan Volume BBM

Bahan bakar minyak (BBM) termasuk zat yang memiliki sifat mengembang dan menyusut sesuai dengan perubahan suhu lingkungan, atau yang dikenal dengan istilah thermal expansion.

Prinsip ini menjelaskan bahwa ketika suhu meningkat, molekul-molekul dalam bensin akan menjadi lebih aktif dan bergerak lebih cepat, sehingga menyebabkan volume bensin bertambah.

Sebaliknya, ketika suhu menurun, molekul-molekul menjadi lebih padat dan volume bensin akan menyusut.

Di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), bensin disimpan dalam tangki bawah tanah yang memiliki suhu yang lebih stabil dibandingkan suhu permukaan.

Namun, perubahan suhu siang dan malam tetap dapat memengaruhi suhu bensin di dalam tangki tersebut.

Pada siang hari, terutama di kota seperti Jakarta yang memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata mencapai 30-33 derajat Celsius pada siang hari, suhu bensin cenderung lebih tinggi dibandingkan malam hari yang suhunya bisa turun hingga 23-26 derajat Celsius.

Ketika bensin berada pada suhu tinggi, volumenya membesar, sehingga ketika diukur menggunakan pompa pengisi yang mengacu pada volume, pengendara akan mendapatkan volume yang sedikit lebih sedikit jika dihitung berdasarkan massa sebenarnya.

Sebaliknya, pada malam hari ketika suhu lebih rendah, volume bensin menyusut sehingga dengan jumlah uang yang sama, pengendara mendapatkan volume yang sedikit lebih banyak jika dibandingkan saat siang hari.

Berapa Besar Selisihnya Sebenarnya?

Meskipun prinsip thermal expansion memang berlaku, selisih volume yang didapatkan antara siang dan malam hari tidak sebesar yang dibayangkan kebanyakan orang.

Menurut data dari Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas), koefisien muai panas untuk bensin jenis Pertalite adalah sekitar 0,0009 per derajat Celsius.

Artinya, untuk setiap penurunan suhu 1 derajat Celsius, volume bensin akan menyusut sekitar 0,09%.

Jika kita asumsikan perbedaan suhu antara siang dan malam adalah 5 derajat Celsius, maka selisih volume bensin yang didapatkan adalah sekitar 0,45%.

Misalnya, jika Anda mengisi bensin sebanyak 50 liter pada siang hari, maka pada malam hari Anda akan mendapatkan sekitar 50,225 liter dengan jumlah uang yang sama.

Selisih ini memang ada, tetapi cukup kecil dan mungkin tidak terlalu terasa dalam penggunaan sehari-hari, terutama bagi pengendara kendaraan roda dua atau mobil dengan kapasitas tangki kecil.

Namun, bagi pengusaha yang menggunakan kendaraan berat seperti truk atau bus yang mengisi bensin dalam jumlah besar (misalnya 1.000 liter), selisih volume yang didapatkan bisa mencapai sekitar 4-5 liter per pengisian, yang jika diakumulasikan dalam jangka panjang dapat memberikan penghematan yang signifikan.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengisi Bensin

Meskipun perbedaan volume ada, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh pengendara agar tidak salah kaprah dan tetap mendapatkan manfaat maksimal saat mengisi bensin:

  1. Jangan Percaya Mitos yang Tidak BerdasarSelain perbedaan suhu, ada beberapa mitos lain seperti “isi bensin saat pompa baru saja diisi tangki utama akan mendapatkan bensin yang lebih bersih” atau “mengisi bensin sampai penuh akan membuat kendaraan lebih boros”. Mitos-mitos ini tidak memiliki dasar ilmiah dan sebaiknya tidak dipercaya.
  2. Periksa Kualitas dan Keaslian BensinLebih penting untuk memastikan bahwa bensin yang Anda beli adalah asli dan memiliki kualitas yang sesuai standar. Pilihlah SPBU resmi yang terpercaya untuk menghindari risiko mendapatkan bensin palsu atau berkualitas rendah yang dapat merusak mesin kendaraan.
  3. Hindari Mengisi Bensin Saat Suhu Sangat Tinggi Jika memungkinkan, hindari mengisi bensin pada jam sibuk siang hari ketika suhu udara paling tinggi, bukan hanya untuk mendapatkan volume yang lebih baik tetapi juga untuk menghindari antrian panjang dan paparan sinar matahari langsung yang bisa membuat Anda tidak nyaman.
  4. Jaga Kebersihan Tangki BensinVolume bensin yang didapatkan juga bisa dipengaruhi oleh kondisi tangki bensin kendaraan Anda. Pastikan tangki selalu bersih dan bebas dari kerak atau kotoran yang bisa mengganggu aliran bensin dan mengurangi efisiensi konsumsi bahan bakar.
  5. Perhatikan Cara Mengukur di SPBUSemua pompa pengisi bensin di Indonesia telah melalui kalibrasi secara berkala oleh Kantor Pengawasan dan Pengendalian Mutu Barang (KP2MB) untuk memastikan akurasi pengukuran. Jika Anda merasa ada sesuatu yang tidak biasa dengan pengukuran di suatu SPBU, Anda bisa melaporkannya ke pihak berwenang.

Jadi, pernyataan bahwa mengisi bensin siang hari mendapatkan volume lebih sedikit dibanding malam hari adalah fakta yang didukung oleh prinsip ilmiah thermal expansion.

Namun, selisih volume yang didapatkan cukup kecil dan mungkin tidak terlalu signifikan bagi pengendara biasa.

Yang lebih penting adalah memastikan Anda mendapatkan bensin berkualitas baik dengan harga yang sesuai dan menjaga kendaraan Anda dengan benar untuk mengoptimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar.  

#OnBerita #KarakteristikBBM #SPBU #BensinMenguap

Penulis: Syarif Hidayat

Editor: Ali Ramadan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *