Venezuela di Ujung Krisis: Donald Trump dan Operasi Besar Penangkapan Presiden Venezuela
On Berita – Jakarta – Ketegangan geopolitik memuncak di awal 2026 setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan operasi besar-besaran terhadap Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Trump mengklaim serangan militer dan penangkapan tersebut sebagai langkah strategis melawan rezim yang dituduh terlibat dalam kejahatan terorganisir dan perdagangan narkoba.
Namun langkah ini telah memicu kritik internasional dan perdebatan tentang legalitas serta dampaknya terhadap kedaulatan negara.
Insiden ini mengundang reaksi dari berbagai negara dan organisasi internasional, termasuk kekhawatiran bahwa aksi semacam ini bisa melanggar hukum internasional sambil menimbulkan gejolak di kawasan.

Kronologi Pengkapan Presiden Maduro
1. Operasi Militer Besar-besaran di Caracas
Menurut pernyataan Trump, pada Sabtu (03/01/2026) dini hari, pasukan militer AS melancarkan “serangan berskala besar” ke sejumlah lokasi strategis di Venezuela, termasuk di ibu kota Caracas.
Serangan ini disusul dengan penangkapan mendadak Presiden Nicolás Maduro dan istrinya di kediaman mereka.
2. Penangkapan dan Evakuasi ke AS
Setelah ditangkap, Maduro dan istrinya diterbangkan keluar dari Venezuela dan dibawa ke New York, AS.
Video serta foto yang diunggah Trump menunjukkan Maduro dalam pengawalan ketat militer AS, termasuk pendaratan pesawat militer di pangkalan udara di New York.
3. Pendakwaan di Pengadilan AS
Maduro diperkirakan akan diadili di Pengadilan Distrik Selatan New York atas sejumlah dakwaan, termasuk konspirasi narco-terorisme, impor kokaina, serta kepemilikan senjata.
Dakwaan ini mencakup tuduhan keterlibatan rezim Venezuela dalam perdagangan narkoba dan tindak kriminal lintas batas negara.
4. Reaksi Pemerintah Venezuela
Pemerintah Venezuela membentuk komisi khusus untuk membebaskan Maduro dan istrinya.
Wakil Presiden Delcy Rodriguez yang loyal kepada rezim lama diberi kuasa sebagai presiden sementara berdasarkan konstitusi Venezuela.
Pemerintah mengecam tindakan militer AS sebagai agresi yang melanggar kedaulatan negara.
Motif dan Dampak Aksi Trump
1. Alasan Resmi AS
Donald Trump menyatakan operasi tersebut sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap kejahatan narkoba dan terorisme internasional, dengan Maduro digambarkan sebagai pemimpin yang memfasilitasi jaringan perdagangan obat ilegal yang berdampak pada warga AS.
Meski demikian, pihak AS belum menunjukkan bukti independen yang dapat diverifikasi secara internasional untuk mendukung klaim tersebut.
2. Kepentingan Geopolitik dan Sumber Daya
Trump juga menyatakan bahwa pasukan AS akan “mengelola” Venezuela sampai transisi politik yang aman bisa dilakukan, termasuk kemungkinan investasi perusahaan minyak AS di negara tersebut yang dikenal kaya cadangan energi.
Pernyataan semacam ini menimbulkan kritik bahwa operasi tersebut lebih berkaitan dengan kepentingan ekonomi daripada penegakan hukum.
3. Reaksi Internasional
Penangkapan kepala negara asing oleh militer AS mendapat kecaman luas.
Pemerintah di berbagai negara mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan prinsip kedaulatan nasional.
Sekretaris Jenderal PBB menyatakan keprihatinan atas eskalasi militer yang terjadi.
Isu Legalitas dan Kritik
Imunitas Kepala Negara. Secara hukum internasional, kepala negara memiliki imunitas tertentu yang melindungi mereka dari proses pidana di luar negeri kecuali ada persetujuan atau wewenang khusus berdasarkan hukum internasional maupun nasional negara yang bersangkutan.
Intervensi Militer. Mengirim pasukan militer ke negara lain tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB atau tanpa alasan pertahanan diri yang jelas umumnya dianggap ilegal di bawah Piagam PBB.
Kritik Dalam Negeri AS. Tokoh politik di AS sendiri, termasuk beberapa pihak oposisi, mengecam tindakan Trump sebagai “tidak bijaksana” dan berisiko meningkatkan kekacauan serta biaya besar bagi AS, tanpa jaminan stabilitas di Venezuela.
Skenario Politik Venezuela Pasca Penangkapan
Setelah penangkapan Maduro, Delcy Rodriguez — yang sebelumnya memimpin ekonomi dan intelijen Venezuela — resmi mengambil alih sebagai presiden sementara.
Meski demikian, legitimasi pemerintahannya dipertanyakan oleh banyak negara dan pihak oposisi.
Ia menyatakan keinginannya untuk berkolaborasi dengan AS namun juga menekankan pentingnya kedaulatan.
Sementara itu, proses hukum terhadap Maduro di AS akan terus menjadi sorotan global, dengan potensi dampak yang besar terhadap hubungan internasional serta situasi internal Venezuela.
#OnBerita #Venezuela #NicolasMaduro #DonaldTrump #PenangkapanPresiden #AmerikaSerikat #PolitikGlobal #IntervensiMiliter
Catatan: Berita ini didasarkan pada laporan media dan pernyataan resmi pemerintah terkait penangkapan Presiden Maduro yang diklaim oleh AS. Beberapa detail masih dalam sengketa verifikasi independen dan terus berkembang seiring waktu.
Penulis : Rizky Saptanugraha
Editor : Ali Ramadhan
