Negara Mana yang Merayakan Tahun Baru Lebih Awal dan Terakhir di Dunia
On Berita – Jakarta, 31 Desember 2025 Pergantian tahun baru tidak terjadi secara bersamaan di seluruh dunia.
Perbedaan zona waktu membuat setiap negara menyambut Tahun Baru pada jam yang berbeda, dimulai dari wilayah paling timur hingga paling barat bumi.
Wilayah yang dikenal sebagai tempat pertama merayakan Tahun Baru berada di kawasan Samudra Pasifik, yaitu Pulau Kiritimati di Republik Kiribati.
Daerah ini menggunakan zona waktu UTC+14, menjadikannya lokasi paling awal memasuki tanggal 1 Januari dibandingkan wilayah lain di dunia.
Saat Kiritimati menyambut tahun baru, sebagian besar negara lain masih berada pada tanggal 31 Desember.
Selain Kiribati, beberapa negara Pasifik seperti Samoa dan Tonga juga termasuk dalam jajaran negara yang lebih dahulu merayakan pergantian tahun karena berada di zona waktu yang lebih cepat dibandingkan Asia dan Eropa.
Sementara itu, wilayah yang paling akhir menyambut Tahun Baru berada di zona waktu paling lambat, yaitu UTC–12. Zona waktu ini mencakup Pulau Baker dan Pulau Howland, dua pulau kecil milik Amerika Serikat yang tidak berpenghuni.
Karena tidak ada penduduk tetap, perayaan terakhir yang melibatkan masyarakat umumnya terjadi di wilayah Samoa Amerika.
Perbedaan waktu ini dipengaruhi oleh keberadaan Garis Penanggalan Internasional, sebuah garis imajiner yang memisahkan pergantian hari di bumi.
Garis tersebut menyebabkan perayaan Tahun Baru berlangsung secara bertahap selama hampir 26 jam dari wilayah paling timur hingga paling barat dunia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun Tahun Baru dirayakan secara global, setiap negara memiliki momen pergantian tahun yang unik sesuai dengan letak geografis dan sistem waktu internasional yang berlaku.
Penulis : Vista Silvia
Editor : Mohammad Hanif Aulia
#Onberita #TahunBaruDunia #ZonaWaktu #FaktaInternasional #PergantianTahun #Kiribati
