Polemik Bandara IMIP Morowali Menguat Menhan Soroti Celah Keamanan Negara
2 mins read

Polemik Bandara IMIP Morowali Menguat Menhan Soroti Celah Keamanan Negara

On Berita – JAKARTA, Polemik keberadaan bandara di dalam kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali menjadi sorotan nasional setelah Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa fasilitas tersebut beroperasi tanpa kehadiran perangkat negara seperti Bea Cukai dan Imigrasi. Temuan itu dinilai membuka potensi ancaman terhadap kedaulatan, keamanan logistik, serta pengawasan mobilitas tenaga kerja di salah satu kawasan industri terbesar Indonesia.

Sorotan ini mencuat setelah rekaman aktivitas Bandara IMIP kembali viral dan memicu perdebatan publik. Operasional bandara yang berada sepenuhnya di dalam kawasan industri membuat banyak pihak mempertanyakan status pengawasan negara. Menhan Sjafrie kemudian melakukan inspeksi mendadak saat kunjungan ke Morowali seusai Latihan Terintegrasi TNI 2025, Kamis (20/11/2025), dan menemukan tidak adanya unsur negara yang semestinya bertugas di bandara tersebut.

Dalam penjelasan resminya, Menhan menyebut bahwa TNI turut mensimulasikan intercept terhadap bandara yang tidak memiliki perwakilan pemerintah.

“Intercept ini dalam latihan dilakukan oleh prajurit TNI terhadap bandara yang tidak memiliki perangkat negara yang bertugas di dalam bandara tersebut,” ungkapnya. Ia tidak merinci detail temuan, namun menegaskan bahwa hal tersebut merupakan celah keamanan yang tidak bisa dianggap sepele.

Melalui rilis resmi Kementerian Pertahanan RI, Menhan menekankan bahwa seluruh objek vital nasional—termasuk bandara—wajib berada dalam pengawasan penuh negara. Ia mengingatkan bahwa bandara yang menjadi pintu keluar masuk orang dan logistik tidak dapat dikelola secara parsial oleh pihak swasta tanpa pengawasan institusi resmi. “Negara harus hadir dalam seluruh aspek pengamanan dan pengawasan objek vital. Tidak boleh ada wilayah yang berjalan tanpa kendali negara,” tegasnya.

Menhan menilai minimnya kehadiran negara di bandara IMIP dapat memunculkan risiko strategis seperti penyelundupan barang, masuknya tenaga kerja asing tanpa prosedur, hingga ancaman intelijen. Karena itu, ia menyoroti pentingnya integrasi pengamanan di kawasan industri berskala besar, terutama yang bergerak di sektor nikel dan hilirisasi strategis.

Selain menyoroti bandara, Menhan juga mengevaluasi kesiapan pengamanan kawasan IMIP secara keseluruhan. Ia meminta adanya penguatan koordinasi antara Kementerian Pertahanan, TNI, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan industri untuk memastikan seluruh aktivitas mengikuti regulasi nasional. “Objek vital tidak bisa dikelola secara parsial. Kedaulatan negara adalah prinsip utama,” ujarnya.

Kementerian Pertahanan menyatakan akan menindaklanjuti temuan lapangan melalui langkah penegakan aturan dan penataan kewenangan. Menhan berharap seluruh pihak terkait dapat mendukung upaya pemerintah dalam menegakkan standar keamanan nasional tanpa menghambat investasi dan kegiatan industri yang sah. “Ini demi kepastian hukum, keamanan, dan kepentingan nasional,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan didampingi jajaran Kemenhan, Jajaran Kepala Staff TNI, serta unsur pemerintah daerah yang terkait dengan pengawasan kawasan industri dan objek vital nasional.

#ONBERITA #ONBerita #OnBeritaJakarta #BandaraIMIPMorowali#SulawesiTengah #MenhanRI #MorowaliUpdate

Penulis : Fajar Novryanto

Editor : Ali Ramadhan

Sumber : Kementrian Pertahanan RI & TribunNews.com | Jakarta, 27 November 2025

https://www.kemhan.go.id/2025/11/20/menhan-sjafrie-peninjauan-di-morowali-uji-kesiapan-pertahanan-terintegrasi-dan-pengamanan-obvitnas.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *