Dari Penerima Jadi Pemberi: Transformasi Indonesia Menjadi Negara Donor
2 mins read

Dari Penerima Jadi Pemberi: Transformasi Indonesia Menjadi Negara Donor

On Berita – Jakarta – Indonesia kini menegaskan posisinya sebagai negara donor di kancah global melalui Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) atau Indonesian AID yang dikelola oleh Kementerian Keuangan. Langkah ini menandai perubahan besar dari penerima bantuan menjadi penyumbang pembangunan internasional.

Indonesia resmi menapaki babak baru dalam peran globalnya. Setelah puluhan tahun menjadi penerima bantuan internasional, kini Indonesia bertransformasi menjadi negara donor, berkontribusi aktif dalam pembangunan dunia melalui Indonesian AID (Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional/LDKPI) di bawah naungan Kementerian Keuangan.

Dalam Kuliah Umum International Student Gathering The Indonesian AID Scholarship 2025, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyatakan bahwa perubahan status ini mencerminkan kemajuan ekonomi nasional serta meningkatnya kapasitas Indonesia dalam kancah internasional.

“Indonesia telah berkembang dari negara penerima menjadi negara yang sekarang dapat mendeklarasikan diri sebagai negara penyumbang atau donor. Dulu, kita adalah negara penerima bantuan,” ungkap Suahasil.

Transformasi ini tidak terjadi secara instan. Indonesia sebelumnya tercatat sebagai penerima bantuan dari International Development Association (IDA) yang berada di bawah naungan Bank Dunia. Namun sejak tahun 1998, seiring pertumbuhan ekonomi nasional, Indonesia mulai berpartisipasi sebagai negara donor dalam program IDA.

“Jadi, tahun 1998 kita menerima dari dunia sebelum itu dan kemudian setelah itu kita berikan kepada dunia. Ini sangat-sangat menggembirakan bagi Indonesia,” tambah Wamenkeu.

Lebih lanjut, Suahasil menjelaskan bahwa bantuan pembangunan Indonesia berlandaskan prinsip solidaritas, kebutuhan nyata negara penerima, dan manfaat bersama antara donor dan penerima. Ia menekankan bahwa kontribusi Indonesia bukan sekadar dukungan finansial, melainkan komitmen moral untuk memperkuat persahabatan antarbangsa.

Dalam praktiknya, Indonesia telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah negara, termasuk pengiriman vaksin COVID-19 ke Nigeria dan negara sahabat lainnya. Langkah ini menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong yang menjadi nilai universal bangsa Indonesia.

Untuk memperkuat peran tersebut, pemerintah membentuk LDKPI (Indonesian AID) pada tahun 2019. Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan, lembaga ini bertugas mengelola dana kerja sama pembangunan internasional dan dana hibah bagi pemerintah/lembaga asing sesuai kebijakan nasional.

“Ini adalah Sovereign Wealth Fund. Artinya, kami menyisihkan sebagian uang dari APBN Indonesia, dan uang itu tidak akan pernah disentuh. Dana ini menjadi dana abadi, disisihkan, dan kemudian dikelola oleh Pak Dalyono dari LDKPI,” pungkas Suahasil.

Transformasi ini menandai langkah strategis Indonesia menuju posisi yang lebih kuat dalam diplomasi ekonomi global—dari penerima manfaat menjadi pemberi kontribusi bagi kemajuan dunia.

#IndonesiaDonor #Kemenkeu #SuahasilNazara #IndonesianAID #LDKPI #BantuanInternasional #PembangunanGlobal #GotongRoyongUntukDunia #TransformasiIndonesia #ONBERITA #OnBerita #OnBeritaNasional #OnBeritaJakarta

Penulis : Rizky Sapta Nugraha

Editor : Ali Ramadhan

Sumber : Berita Kemenkeu RI | 2 November 2025 https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Transformasi-Indonesia-Menjadi-Negara-Donor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *