KKP Tawarkan Konsep Waterfront City untuk Integrasikan Pemanfaatan Tata Ruang
3 mins read

KKP Tawarkan Konsep Waterfront City untuk Integrasikan Pemanfaatan Tata Ruang

On Berita – Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkenalkan konsep Waterfront City sebagai model integrasi tata ruang laut dan darat, guna menciptakan pembangunan wilayah pesisir yang berkelanjutan, efisien, dan berdaya saing tinggi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat upaya integrasi tata ruang laut dan darat sebagai pondasi utama pembangunan wilayah pesisir yang berkelanjutan. Konsep Waterfront City menjadi langkah strategis untuk mengharmoniskan pemanfaatan ruang, mencegah tumpang tindih kebijakan, serta mendorong efisiensi investasi lintas sektor.

Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut (PRL) KKP Kartika Listriana menjelaskan, keterpaduan perencanaan antara ruang darat dan laut menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi dinamika pembangunan pesisir modern.

“Sebagai modelling penataan ruang laut dan darat, KKP akan mengembangkan kawasan Waterfront City yang terencana dan terintegrasi. Lokasi tersebut mencakup kawasan Sabang, Batang, Bitung, Morotai, Marunda, Semarang, dan Surabaya,” jelas Kartika dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (16/10).

Gagasan tersebut juga ia sampaikan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Sarjana Oseanografi Indonesia di Semarang, yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-26 KKP dan momentum Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan.

Kartika menuturkan, pengembangan Waterfront City memiliki tiga tujuan utama:

  • Meningkatkan nilai ekonomi wilayah pesisir melalui penguatan sektor pariwisata dan komersial.
  • Memperbaiki kualitas lingkungan serta melestarikan ekosistem laut dan pesisir.
  • Menciptakan kawasan perkotaan pesisir yang layak huni dan menarik bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konsep Waterfront City juga diselaraskan dengan pengembangan energi baru-terbarukan serta program penurunan emisi karbon melalui transformasi kawasan urban pesisir yang ramah lingkungan.

“Waterfront City ini diselaraskan dengan pengembangan kawasan berbasis energi baru-terbarukan dan program penurunan emisi kota,” ujar Kartika.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mencakup pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat pesisir untuk memastikan efektivitas pengelolaan ruang laut secara inklusif dan adaptif.

“Pendekatan kolaboratif akan memastikan pengelolaan ruang laut tidak hanya efektif secara teknis, namun juga inklusif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang,” pungkasnya.

Dalam lima tahun terakhir, tata ruang laut di Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satunya, Rencana Tata Ruang Laut Nasional (RTRLN) kini memasuki tahap pengintegrasian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) dan direncanakan akan disahkan pada Desember 2025.

Selain itu, KKP juga telah menuntaskan berbagai rencana zonasi, di antaranya:

  • 17 Rencana Zonasi Kawasan Antarwilayah (RZ KAW)
  • 16 Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional (RZ KSN)
  • 44 Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Tertentu (RZ KSNT)
  • 34 Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZ WP3K)

Integrasi penataan ruang laut yang dikenal dengan One Spatial Planning Policy menjadi bukti konkret komitmen KKP di usia ke-26 tahun dalam mendorong pembangunan pesisir yang berkelanjutan, memperkuat investasi, dan menjaga kelestarian ekosistem laut.

Kebijakan ini sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, yang menegaskan bahwa penataan ruang laut merupakan elemen kunci dalam penerapan kebijakan ekonomi biru di Indonesia.

“Penataan ruang laut menjadi kunci dalam mencapai tujuan kebijakan ekonomi biru melalui pengaturan pemanfaatan ruang laut secara efisien, adil, dan berkelanjutan,” tegas Trenggono.

Dengan mengedepankan inovasi tata ruang dan pendekatan kolaboratif, konsep Waterfront City diharapkan dapat menjadi model pembangunan pesisir modern yang menyeimbangkan aspek ekonomi, ekologi, dan sosial menuju Indonesia maritim yang tangguh dan berkelanjutan.

#WaterfrontCity #TataRuangLaut #EkonomiBiru #KKP #KartikaListriana #SaktiWahyuTrenggono #PesisirBerkelanjutan #OneSpatialPlanning #InvestasiMaritim #BulanBaktiKKP #IndonesiaMaritim #ONBERITA #OnBerita #OnBeritaNasional #OnBeritaJakarta

Penulis : Rizky Sapta Nugraha

Editor : Ali Ramadhan

Sumber : Berita Kementerian KKP RI | 19 Oktober 2025 https://kkp.go.id/news/news-detail/kkp-tawarkan-konsep-waterfront-city-untuk-integrasikan-pemanfaatan-tata-ruang-79gG.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *