Pesantren dan KBNU Kota Bandung Bersatu dalam Aksi Damai Kebangsaan
2 mins read

Pesantren dan KBNU Kota Bandung Bersatu dalam Aksi Damai Kebangsaan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung bersama seluruh Badan Otonom NU se-Kota Bandung dan perwakilan pondok pesantren se-Kota Bandung hari ini melaksanakan Aksi Damai dan Silaturahmi Kebangsaan di depan Trans Studio Bandung.

Kegiatan ini merupakan bentuk penyiaran dan tanggapan atas tayangan program “Xpose Uncensored” di Trans7 yang dinilai telah melecehkan ulama sepuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta umat Islam.

Aksi yang dimulai pada pukul 13.00 WIB ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh Badan Otonom NU Kota Bandung — yaitu Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Fatayat NU, Muslimat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI), — serta para santri dari berbagai pondok pesantren se-Kota Bandung.

Total peserta yang hadir mencapai lebih dari 1000 unsur PCNU Badan Otonom NU dan perwakilan santri dari tiap pondok pesantren , dengan suasana yang berlangsung tertib, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai ukhuwah islamiyah.

Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah:

Menyampaikan kekecewaan atas tayangan Trans7 yang dinilai melecehkan ulama dan pesantren sebagai simbol moral bangsa.

Menuntut klarifikasi dan permohonan maaf terbuka secara resmi dari pihak Trans7 dan manajemen Trans Corp kepada keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo serta masyarakat luas.

Mendesak agar pihak Trans7 melakukan evaluasi internal dan perbaikan sistem kontrol konten agar tidak terulang kembali peristiwa serupa.

Menegaskan bahwa PCNU Kota Bandung sebagai organisasi keagamaan akan selalu berada di garda depan dalam membela kehormatan ulama dan menjaga kondusivitas masyarakat Kota Bandung.

Ketua GP Ansor Kota Bandung Irwan Khadapi, Ketua PC PMII Kota Bandung Wahyu dan Faikar sebagai korlap aksi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan bentuk konfrontasi, melainkan panggilan moral untuk menjaga kehormatan para Ulama dan Pesantren.

“Kami hadir dengan semangat tabayyun, menjaga marwah ulama, dan pertemuan kepada seluruh pihak media agar lebih berhati-hati serta beretika dalam menyajikan konten yang berkaitan dengan tokoh agama dan pesantren,” ujarnya

Melalui kegiatan ini, PCNU Kota Bandung bersama badan otonom NU dan perwakilan pondok pesantren se-Kota Bandung berharap terciptanya komunikasi yang baik dan konstruktif antara pihak Trans7 dan masyarakat, sehingga dapat memperkuat nilai-nilai toleransi, menghormati simbol-simbol keagamaan, serta menjaga keutuhan dan perdamaian bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *