Wamensos Minta Pemda Pro Aktif Akselerasi Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
3 mins read

Wamensos Minta Pemda Pro Aktif Akselerasi Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

On Berita – Jakarta – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendorong pemerintah daerah lebih proaktif bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat permanen sebagai bagian dari program nasional pengentasan kemiskinan dan pemerataan pendidikan.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk lebih proaktif menjalin sinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat permanen di berbagai wilayah Indonesia.

Hal ini disampaikan Agus Jabo dalam audiensi bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, dan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). Pertemuan turut dihadiri oleh Kepala Biro Umum Salahuddin Yahya serta jajaran Staf Khusus Menteri Sosial.

Agus Jabo menegaskan pentingnya percepatan administrasi dan koordinasi antarinstansi agar target pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera terealisasi.

“Pemerintah daerah harus aktif bersinergi dengan pemerintah pusat agar programnya dapat berjalan sesuai target, enggak ketinggalan,” ujar Agus Jabo.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy melaporkan bahwa dua Sekolah Rakyat Rintisan di Sumatera Barat, yakni SRMP 4 dan SRMP 5, segera dimigrasikan menjadi Sekolah Rakyat Permanen, namun masih menghadapi kendala administratif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan untuk dua sekolah baru yang diusulkan menjadi Sekolah Rakyat Permanen, karena Kota Padang mengalami keterbatasan lahan.

Menanggapi hal tersebut, Agus Jabo meminta agar Pemda segera mengajukan surat resmi pengalihan lahan untuk diteruskan ke Kementerian PU.

“Silakan langsung dibuat suratnya, nanti kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyampaikan kesiapan daerahnya yang memiliki lahan seluas 9 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat meski belum termasuk dalam daftar 165 sekolah rintisan tahap awal. Menurut Agus Jabo, Kemensos tetap membuka peluang bagi daerah baru, sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

“Ini sudah di luar batas 165 yang telah beroperasi, tapi kita tetap membuka peluang,” jelasnya.

Wamensos menegaskan bahwa keberhasilan program Sekolah Rakyat tidak dapat dijalankan secara tunggal oleh Kemensos.

“Sekolah Rakyat ini Satgas, kita tidak sendiri. Lahannya PU, kurikulumnya Dikdasmen, jadi kita melibatkan semua pihak,” ujar Agus Jabo.

Selain membahas Sekolah Rakyat, pertemuan juga membahas gerakan graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar semakin banyak masyarakat yang keluar dari status penerima bantuan sosial. Agus Jabo mencontohkan keberhasilan Kabupaten Brebes yang telah meluluskan 2.000 KPM dari status penerima bansos.

“Kita bareng-bareng dalam mengentaskan kemiskinan, ya,” tutupnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah dalam pemberdayaan sosial dan pemerataan akses pendidikan. Melalui kerja sama antara pusat dan daerah, diharapkan setiap daerah memiliki Sekolah Rakyat yang mampu menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan.

#Wamensos #AgusJabo #SekolahRakyat #Kemensos #PembangunanDaerah #PendidikanInklusif #PemerintahDaerah #SinergiPusatDaerah #PengentasanKemiskinan #TransformasiSosial #PembangunanSosial #ONBERITA #OnBerita #OnBeritaNasional #OnBeritaJakarta

Penulis : Rizky Sapta Nugraha

Editor : Ali Ramadhan

Sumber : Berita Kemenkeu RI | 8 Oktober 2025 https://kemensos.go.id/berita-terkini/wakil-menteri-sosial-1/Wamensos-Minta-Pemda-Pro-Aktif-Akselerasi-Pembangunan-Sekolah-Rakyat-Permanen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *