
Brutalitas Brimob Membunuh Rakyat Kecil! Negara Tidak Boleh Diam!
Jakarta, On Berita — Saya Mu’ammar Rizal Fauzi, Sekretaris Cabang PMII Jakarta Pusat, dengan penuh amarah menyatakan kecaman keras atas tindakan brutal aparat Brimob dalam aksi 28 Agustus 2025 yang telah merenggut nyawa seorang pengemudi ojek online (ojol).
Korban adalah rakyat kecil yang sehari-hari berjuang mencari nafkah. Namun, justru nyawanya melayang akibat tindakan represif aparat bersenjata negara. Fakta ini menegaskan: kekerasan bukan lagi sekadar “excessive force”, melainkan pembunuhan terang-terangan terhadap rakyat oleh alat negara!
Saya menegaskan: 1. Kapolri wajib bertanggung jawab langsung, bukan hanya mengorbankan oknum, tetapi mengusut rantai komando yang memberi izin hingga rakyat kecil harus meregang nyawa.
2. Komnas HAM harus segera melakukan investigasi independen atas kejahatan kemanusiaan ini.
3. Presiden Republik Indonesia harus turun tangan secara nyata, bukan sekadar retorika. Darah rakyat adalah tanggung jawab kepala negara.
4. Apabila kasus ini ditutup atau dipetieskan, kami akan menggalang perlawanan lebih luas bersama mahasiswa, buruh, dan rakyat pekerja, hingga kebenaran ditegakkan.
Tragedi ini menjadi penegas bahwa negara hari ini tidak segan mengorbankan rakyat kecil demi mempertahankan wajah kekuasaan. Kami tegaskan: darah ojol tidak boleh tumpah sia-sia!
Darah rakyat bukan barang murah. Setiap nyawa yang direnggut oleh negara adalah hutang yang harus dibayar dengan kebenaran, keadilan, dan hukuman bagi pelaku!
Hidup rakyat kecil!
Hidup buruh, ojol, dan seluruh kaum pekerja!
Lawan tirani kekuasaan!
Penulis : Mu’ammar Rizal Fauzi – Sekretaris Cabang PMII Jakarta Pusat
Editor : Tim Redaksi On Berita