Kolaborasi PBNU dan Malaysia: Ekonomi Syariah, Durian hingga Teknologi AI
3 mins read

Kolaborasi PBNU dan Malaysia: Ekonomi Syariah, Durian hingga Teknologi AI

On Berita – Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan delegasi Dewan Perniagaan Melayu Malaysia (DPMM) yang terdiri dari 12 pengusaha dan pengurus kamar dagang di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan membahas sejumlah peluang kerja sama strategis, mulai dari penguatan ekonomi syariah hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam sektor pendidikan.

Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi bagian dari tindak lanjut komunikasi yang telah terjalin sebelumnya antara PBNU dan pihak Malaysia.

Menurutnya, kerja sama yang dibahas mencakup berbagai sektor yang memiliki potensi besar bagi kedua belah pihak, terutama dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah.

“Kita membicarakan kemungkinan-kemungkinan kolaborasi antara NU dan Malaysia dalam bidang ekonomi syariah. Dalam setahun terakhir, PBNU mempunyai proyek besar, yaitu mengembangkan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia dengan NU sebagai leader-nya,” ujar Gus Ulil.

Ia menambahkan, pembahasan kerja sama ini berawal dari kunjungan PBNU ke Malaysia pada Mei lalu yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan balasan dari DPMM ke Indonesia.

Pertemuan di Jakarta ini menjadi momentum lanjutan untuk memperdalam potensi kolaborasi yang telah dirintis sebelumnya.

Gus Ulil menyebutkan bahwa sejumlah sektor strategis turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut, di antaranya industri energi terbarukan, farmasi, hingga komoditas perkebunan seperti durian.

Menurutnya, Malaysia bahkan telah mengembangkan ekosistem khusus untuk komoditas tersebut melalui Durian Academy.

“Kita membicarakan sejumlah kemungkinan kolaborasi dalam bidang-bidang yang menarik bagi kedua belah pihak, misalnya industri energi terbarukan, farmasi, dan juga ada pembicaraan yang serius mengenai pengembangan industri durian,” katanya.

Selain sektor ekonomi, pertemuan tersebut juga menyoroti kerja sama di bidang pendidikan, khususnya pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kolaborasi ini diharapkan dapat diterapkan pada berbagai lembaga pendidikan, termasuk pesantren dan madrasah di Indonesia.

“Kemudian juga dibicarakan soal kolaborasi dalam bidang pendidikan, teknologi AI untuk pendidikan, serta kerja sama di bidang perkayuan, pertanian, dan sektor-sektor lainnya,” jelas Gus Ulil.

Dari pihak Malaysia, Ahli Dewan Perniagaan Melayu Malaysia (DPMM) Nurul Ain Arvia menuturkan bahwa kunjungan delegasi tersebut bertujuan menjajaki peluang kerja sama dengan PBNU, terutama dalam pengembangan teknologi pendidikan berbasis AI.

“Hari ini kami berbagi tentang teknologi pendidikan, khususnya pemanfaatan AI yang dapat membantu dan memberi manfaat bagi pendidikan di Indonesia. Kami ingin melihat bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah, pesantren, dan berbagai institusi pendidikan,” ujarnya.

Nurul Ain menambahkan bahwa agenda lanjutan dari pertemuan ini adalah pertemuan berikutnya di Malaysia untuk membahas kerja sama yang lebih konkret antara kedua pihak.

Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada tahap diskusi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama nyata yang memberikan manfaat luas.

“Kami berharap dapat berbagi teknologi pendidikan di sini sehingga kita bisa bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan, baik di Malaysia maupun Indonesia. Bahkan, ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat berkembang ke tingkat Asia dan internasional,” pungkasnya.

#OnBerita #PBNU #DPMMalaysia #EkonomiSyariah #AI #TeknologiPendidikan #KerjaSamaInternasional #GusYahya #GusUlil #NU #PendidikanIslam

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramahdan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *