Media Asing Soroti Agenda Diplomasi Prabowo, Sebut Ada Kritik Publik
2 mins read

Media Asing Soroti Agenda Diplomasi Prabowo, Sebut Ada Kritik Publik

On Berita – Jakarta – Sorotan media internasional kembali mengarah ke Indonesia setelah media Singapura, The Straits Times, menyoroti polemik mengenai intensitas perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Perdebatan ini mencuat setelah mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal mengkritik frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo di tengah tantangan ekonomi nasional yang sedang berlangsung.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Senin (02/06/2026), The Straits Times menuliskan bahwa pemerintah Indonesia memberikan “pembelaan paling rinci sejauh ini terhadap kritik yang datang dari kalangan politisi, diplomat, hingga media internasional mengenai biaya, skala, dan prioritas diplomasi luar negeri Prabowo”. Laporan tersebut dimuat dalam artikel berjudul “’Not showmanship’: Aide hits back at critics of Prabowo’s foreign trips”.

Media Singapura itu juga menulis, “Seorang pejabat tinggi Indonesia telah meluncurkan pembelaan paling rinci pemerintah hingga saat ini terhadap perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang sering dilakukan, menepis kritik yang semakin meningkat dari para politisi, diplomat, dan media internasional mengenai biaya, skala, dan prioritas diplomasi keliling dunianya.”

Dalam laporan yang sama, disebutkan pula bahwa “Dalam video berdurasi hampir tujuh menit yang diunggah di saluran YouTube Sekretariat Kabinet resmi pada (01/06/2026), Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menanggapi poin demi poin kekhawatiran yang diangkat oleh mantan wakil menteri luar negeri Dino Patti Djalal dan kritikus lainnya.”

Sorotan terhadap perjalanan Presiden Prabowo juga semakin menguat di tengah kondisi ekonomi global yang dinilai tidak stabil. “Balasan rinci ini menandai pertama kalinya seorang pejabat senior pemerintah secara langsung menanggapi kritik seputar perjalanan luar negeri Prabowo, yang semakin intensif seiring Indonesia bergulat dengan pelemahan rupiah dan ketidakpastian ekonomi yang lebih luas,” tulis media tersebut.

Data yang dikutip The Straits Times menyebutkan bahwa sejak dilantik pada Oktober 2024, Presiden Prabowo telah mengunjungi sedikitnya 29 negara dalam lebih dari 50 agenda internasional.

Menanggapi kritik tersebut, Seskab Teddy menegaskan bahwa berbagai kunjungan tersebut memberikan manfaat konkret bagi Indonesia.

Ia juga menyebut bahwa biaya tambahan perjalanan tidak membebani negara. “Setiap kelebihan biaya dari anggaran negara sepenuhnya ditanggung oleh Presiden Prabowo sendiri,” demikian pernyataan yang dimuat dalam laporan tersebut.

Selain itu, Teddy juga membantah anggapan bahwa delegasi yang dibawa terlalu besar.

Ia menyebutkan bahwa jumlah rombongan telah dikurangi signifikan dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

Dalam laporan tersebut, Teddy juga menekankan bahwa perjalanan luar negeri Presiden telah menghasilkan berbagai capaian diplomatik, mulai dari kerja sama investasi, perdagangan, hingga penguatan hubungan pertahanan.

#OnBerita #PrabowoSubianto #DiplomasiIndonesia #TheStraitsTimes #BeritaPolitik #KunjunganLuarNegeri #SekretariatKabinet #DinoPattiDjalal #EkonomiIndonesia #HubunganInternasional #BeritaTerkini

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *