Dolar AS Tembus Rp17.500, BI Sebut Konflik Global dan Musim Haji Jadi Pemicu
3 mins read

Dolar AS Tembus Rp17.500, BI Sebut Konflik Global dan Musim Haji Jadi Pemicu

On Berita – Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat dan sempat menembus level Rp17.500 pada perdagangan Selasa (12/5/2026).

Pelemahan mata uang Garuda tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan kebutuhan dolar AS di dalam negeri.

Bank Indonesia (BI) menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik.

Salah satu pemicu utama berasal dari meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kondisi ekonomi global.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa situasi geopolitik di kawasan Middle East masih berlangsung dengan intensitas yang semakin tinggi.

Kondisi itu memicu kenaikan harga minyak dunia sekaligus meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global.

“Dari domestik, meningkatnya kebutuhan dollar secara musiman seperti pembayaran ULN dan pembayaran deviden serta kebutuhan untuk ibadah haji mendorong peningkatan permintaan dolar di pasar domestik,” ujar Destry kepada media, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, tekanan terhadap rupiah saat ini tidak hanya disebabkan faktor luar negeri, tetapi juga meningkatnya permintaan valuta asing di dalam negeri yang bersifat sementara atau musiman.

Kebutuhan pembayaran utang luar negeri (ULN), pembagian dividen perusahaan, hingga aktivitas keberangkatan jamaah haji turut meningkatkan permintaan dolar AS di pasar domestik.

Meski demikian, Bank Indonesia memastikan terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga pergerakan nilai tukar rupiah agar tetap terkendali. BI disebut aktif berada di pasar melalui berbagai instrumen moneter.

Destry menegaskan bahwa bank sentral akan terus melakukan intervensi secara terukur melalui pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), maupun Non Deliverable Forward (NDF).

“BI akan terus berkomitmen untuk selalu berada di pasar dengan melakukan smart intervention baik di pasar spot, DNDF maupun NDF dan juga mengoptimalkan penggunaan semua instrumen operasi moneter sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada rupiah,” katanya.

Di tengah tekanan terhadap rupiah, BI juga melihat adanya sinyal positif dari investor asing.

Menurut Destry, tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan Indonesia mulai mengalami perbaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Hal itu terlihat dari mulai masuknya aliran modal asing atau capital inflow ke pasar domestik, terutama pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“BI juga melihat confidence investor asing di aset portfolio terus membaik yang tercermin dari masuknya inflow, khususnya ke Pasar SBN dan SRBI selama bulan April sebesar Rp61,6 triliun,” ujarnya.

Selain itu, Bank Indonesia juga memastikan likuiditas valuta asing di dalam negeri masih berada dalam kondisi cukup kuat. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) valas hingga akhir Maret 2026 tercatat mencapai 10,9 persen secara year to date (ytd).

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penopang penting untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional di tengah gejolak global yang masih berlangsung.

BI pun memperkirakan tekanan terhadap rupiah yang bersifat musiman akan berangsur mereda dalam beberapa waktu mendatang.

Dengan demikian, nilai tukar rupiah diharapkan dapat kembali bergerak sesuai fundamental ekonomi Indonesia.

Pelemahan rupiah kali ini kembali menunjukkan bahwa kondisi ekonomi global masih memiliki pengaruh besar terhadap pasar keuangan domestik.

Selain faktor geopolitik, pergerakan harga minyak dunia dan arus modal asing masih menjadi indikator utama yang memengaruhi stabilitas nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

#OnBerita #Rupiah #DollarAS #BankIndonesia #BI #EkonomiIndonesia #NilaiTukar #DolarRp17500 #PasarKeuangan #TimurTengah #BeritaEkonomi

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *