Danantara Merger 15 UMN Logistik, Begini Skema Keuangannya
5 mins read

Danantara Merger 15 UMN Logistik, Begini Skema Keuangannya

OnBerita- Saat ini, BPI Danantara, badan pengelola investasi daya Anagata Nusantara, sedang mempertimbangkan untuk menggabungkan beberapa perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang logistik menjadi sebuah holding.
Sebagai negara maritim dengan ribuan pulau, memiliki armada logistik yang kuat sangat penting. Sekarang, Danantara sedang berusaha untuk menggabungkan 15 perusahaan BUMN yang bekerja di bidang logistik. Untuk menekan biaya logistik nasional dan mengintegrasikan operasional antar perusahaan, kebijakan ini adalah langkah yang efektif. Selain itu, tujuan dari merger ini adalah untuk mengembalikan struktur keuangan perusahaan, yang saat ini memiliki tingkat profitabilitas yang berbeda.

Walaupun belum ada pengumuman tentang perusahaan apa yang akan digabungkan, beberapa perusahaan logistik di bawah naungan Danantara mungkin akan digabungkan menjadi satu di bawah PT Pos Indonesia sebagai holding.

Kondisi keuangan perusahaan dapat dimasukkan ke dalam tiga kategori utama: perusahaan yang mencatatkan laba secara konsisten, perusahaan yang mencatatkan rugi, dan perusahaan yang rincian keuangannya belum dipublikasikan secara khusus. Kategori-kategori ini didasarkan pada data historis dan laporan keuangan publik dari setiap perusahaan perkiraan.

Berikut adalah detail tentang bagaimana masing-masing perusahaan berhasil.

Kelompok Entitas Pencetak Laba

Kelompok ini terdiri dari enam perusahaan yang secara historis mencatatkan keuntungan. Perusahaan-perusahaan ini bergerak di sektor pelabuhan, pelayaran, layanan pos, kereta api, dan sistem informasi digital.

Nama PerusahaanFokus Lini Usaha UtamaRiwayat Status Keuangan
Pelindo Terminal PetikemasOperasional terminal peti kemas2023: Laba Rp2,21 T | 2024: Laba Rp2,59 T | Q3 2025: Laba Rp1,79 T
ASDP Indonesia FerryLogistik penyeberangan kapal Ro-Ro2022: Laba Rp540,09 M | 2023: Laba Rp605,03 M | 2024: Laba Rp436,07 M
PelniAngkutan laut kargo dan tol laut2022: Laba Rp262,14 M | 2023: Laba Rp137,42 M | 2024: Laba Rp198,92 M
Pos IndonesiaLayanan pos, kurir, dan logistik2023: Laba Rp1,20 T | 2024: Laba Rp838,94 M | H1 2025: Laba Rp144,32 M
KAI LogistikDistribusi komoditas perkeretaapian2022: Laba Rp100,10 M | 2023: Laba Rp100,43 M | 2024: Laba Rp92,04 M
Integrasi Logistik Cipta SolusiSistem informasi digital logistik2023: Laba Rp25,71 M | 2024: Laba Rp56,67 M

PT Pelindo Terminal Petikemas memiliki kontribusi laba tertinggi di sektor infrastruktur maritim. Pada tahun 2023, perusahaan melaporkan laba sebesar Rp2,21 triliun, yang kemudian meningkat menjadi Rp2,59 triliun pada tahun 2024.

PT ASDP Indonesia Ferry mencatatkan laba Rp605,03 miliar pada 2023, tetapi turun menjadi Rp436,07 miliar pada 2024, mencapai laba Rp1,79 triliun hingga kuartal ketiga 2025.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) juga berada pada posisi laba sebesar Rp198,92 miliar pada akhir 2024, setelah membukukan laba sebesar Rp137,42 miliar pada 2023 dan Rp262,14 miliar pada 2022.

PT Pos Indonesia mencatatkan laba pada operasional darat sebesar Rp1,2 triliun pada 2023, tetapi naik menjadi Rp838,94 miliar pada 2024. Pada semester pertama 2025, perusahaan melaporkan laba sebesar Rp144,32 miliar.

Selama tiga tahun terakhir (2022–2024), PT KAI Logistik juga menunjukkan kinerja stabil, dengan laba komprehensif berkembang dari 92 miliar hingga 100 miliar.

Volume angkutan barang 11,2 juta ton mendorong peningkatan 7% pendapatan KAI Logistik menjadi Rp538,6 miliar pada semester pertama tahun 2025.

PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) mencatat peningkatan laba komprehensif di industri layanan digital dari Rp25,71 miliar pada 2023 menjadi Rp56,67 miliar pada 2024, didukung oleh pendapatan usaha sebesar Rp792,39 miliar.

Kelompok Entitas dengan Rapor Merah (Rugi)

Kelompok ini terdiri dari dua perusahaan yang memiliki fokus pada logistik komoditas industri. Kedua perusahaan saat ini mencatatkan penurunan kinerja keuangan.

Perusahaan Logistik BUMN Merugi

Nama PerusahaanFokus Lini Usaha UtamaRiwayat Status Keuangan
Pupuk Indonesia LogistikDistribusi pupuk serta amoniak2022: Laba Rp18,78 M | 2023: Rugi Rp12,05 M | 2024: Rugi Rp90,52 M
Semen Indonesia LogistikRantai pasok bahan bangunan2023: Laba Rp11,07 M | 2024: Rugi Rp30,29 M

Dalam tiga tahun terakhir, PT Pupuk Indonesia Logistik mengalami penurunan profitabilitas. Pada 2022, perusahaan menghasilkan laba total Rp18,78 miliar, tetapi pada 2023, mengalami rugi sebesar Rp12,05 miliar.

Tingkat kerugian perusahaan meningkat menjadi Rp90,52 miliar pada tahun 2024, sebagian besar disebabkan oleh peningkatan tanggung jawab operasional dan administrasi umum.

Dalam situasi yang sama, PT Semen Indonesia Logistik, yang bergerak dalam distribusi material bangunan, mencatatkan laba bersih sebesar Rp11,07 miliar pada tahun 2023.

Namun, perseroan mengalami kerugian sebesar Rp30,29 miliar pada pembukuan tahun 2024. Saat volume produksi induk perusahaan menurun, konsolidasi kedua bisnis ini diharapkan dapat meningkatkan utilisasi armada distribusi dengan mengalihkan kapasitas angkut ke bidang lain.

Kelompok Entitas Belum Terinci Spesifik

Kelompok ketiga mencakup tujuh perusahaan yang rincian data keuangannya secara mandiri belum dipublikasikan atau dijabarkan secara rinci pada rencana awal konsolidasi ini. Perusahaan-perusahaan ini menyediakan layanan logistik berbasis kawasan, udara, dan operasional rantai pasok pendukung.

Perusahaan Logistik BUMN Belum Terinci

Nama PerusahaanFokus Lini Usaha UtamaStatus Keuangan
Pelindo Solusi LogistikPengembangan area penyangga pelabuhanBelum Dirinci Spesifik
Garuda Indonesia LogistikLayanan pengiriman kargo udaraBelum Dirinci Spesifik
Varuna Tirta PrakasyaJasa freight forwarding maritimBelum Dirinci Spesifik
Djakarta LloydAngkutan kargo curah lautBelum Dirinci Spesifik
BGR Logistik IndonesiaManajemen pergudangan komoditasBelum Dirinci Spesifik
Angkasa Pura KargoPengelolaan terminal kargo bandaraBelum Dirinci Spesifik
Aerojasa CargoJasa kurir logistik udaraBelum Dirinci Spesifik

Tujuh perusahaan yang disebutkan di atas merupakan bagian integral dari ekosistem operasional logistik di negara ini. Untuk logistik jalur udara, Garuda Indonesia Logistik, Angkasa Pura Kargo, dan Aerojasa Cargo bertanggung jawab atas fasilitas terminal, pengangkutan, dan layanan administrasi.

Pelindo Solusi Logistik dan Varuna Tirta Prakasya bertanggung jawab atas pengembangan kawasan penyangga dan jasa ekspedisi di industri maritim dan darat.

BGR Logistik Indonesia bertanggung jawab atas ketersediaan infrastruktur pergudangan, sedangkan Djakarta Lloyd menangani kebutuhan angkutan kargo curah. Diharapkan penggabungan seluruh perusahaan ini akan menghasilkan standarisasi operasional dan pembentukan struktur biaya distribusi yang lebih terintegrasi.

Penulis : Muhidin

Editor : Rizky Sapta Nugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *