Survei LSI: 74,9 Persen Masyarakat Indonesia Siap Angkat Senjata Bela NKRI Jika Terjadi Perang
2 mins read

Survei LSI: 74,9 Persen Masyarakat Indonesia Siap Angkat Senjata Bela NKRI Jika Terjadi Perang

On Berita – Jakarta – Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan tingginya semangat patriotisme masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam survei bertajuk “Evaluasi dan Komitmen Publik Terhadap Pancasila”, mayoritas responden mengaku siap ikut berperang apabila Indonesia menghadapi konflik militer dengan negara lain.

Hasil survei tersebut dipaparkan langsung oleh Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Minggu (12/4/2026).

Salah satu poin yang menjadi perhatian dalam survei ini adalah tingkat kesiapan masyarakat dalam membela negara jika sewaktu-waktu Indonesia menghadapi ancaman perang.

Dalam survei tersebut, responden diberikan pertanyaan mengenai kesediaan mereka untuk terlibat langsung dalam peperangan apabila Indonesia berkonflik dengan negara lain.

Hasilnya, sebanyak 26,4 persen responden menyatakan sangat bersedia, sementara 48,5 persen lainnya menyatakan bersedia.

Dengan demikian, total 74,9 persen responden mengaku siap berpartisipasi dalam perang demi mempertahankan keutuhan NKRI.

“Mayoritas (74,9 persen) menyatakan bersedia/sangat bersedia ikut berperang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tulis LSI dalam hasil surveinya.

Meski mayoritas menyatakan siap membela negara, survei juga mencatat ada sebagian responden yang memiliki pandangan berbeda.

Sebanyak 17,4 persen responden menyatakan tidak bersedia, kemudian 4,4 persen sangat tidak bersedia, serta 3,2 persen lainnya tidak memberikan jawaban atau memilih tidak tahu.

Selain mengukur kesiapan membela negara, survei tersebut juga menyoroti tingkat kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan ancaman serangan dari negara asing.

Hasilnya menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi terhadap isu pertahanan nasional.

Sebanyak 46,9 persen responden mengaku sangat khawatir, sementara 43,2 persen lainnya merasa khawatir apabila Indonesia menghadapi ancaman dari luar negeri.

“Mayoritas (90,1 persen) merasa khawatir dengan ancaman atau serangan dari negara lain terhadap NKRI,” tulis LSI.

Di sisi lain, hanya 7,6 persen responden yang mengaku tidak khawatir, 1 persen sama sekali tidak khawatir, dan 1,2 persen lainnya tidak menjawab.

LSI menjelaskan bahwa survei ini melibatkan 2.020 responden dari seluruh wilayah Indonesia yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih dalam pemilu, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sekitar ±2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Seluruh responden diwawancarai secara langsung oleh pewawancara yang telah mendapat pelatihan khusus.

Untuk memastikan validitas data, LSI juga melakukan pengecekan ulang terhadap 20 persen sampel melalui metode spot check.

Berdasarkan hasil evaluasi internal, tidak ditemukan kesalahan berarti dalam proses pengumpulan data.

Adapun survei ini dilaksanakan dalam periode 4 Maret 2026 hingga 12 Maret 2026.

#OnBerita #LSI #SurveiNasional #Patriotisme #BelaNegara #NKRI #Indonesia #PertahananNegara #Nasionalisme #Pancasila

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *