Bertemu Dubes AS, Gus Yahya Bahas Konflik Timur Tengah dan Dampak Ekonomi
On Berita – Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, melakukan pertemuan dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter Mark Haymond, di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/4/2026).
Pertemuan tersebut membahas situasi konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Republik Islam Iran.
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut Gus Yahya menyampaikan pentingnya komunikasi dan dialog antara pemerintah Amerika Serikat dan Iran guna menghentikan konflik yang berkepanjangan di kawasan tersebut.
Menurutnya, perang hanya akan memperburuk kondisi global, terutama dari sisi kemanusiaan dan ekonomi.
“Pemerintah Amerika perlu segera mengakhiri perang ini dengan jalan apa pun. Yang terpenting adalah membangun komunikasi dengan pemerintah Iran untuk mencari jalan keluar agar konflik ini berakhir,” ujar Gus Ulil sebagaimana disampaikan kepada NU Online.
Selain mendorong dialog antara kedua negara, Gus Yahya juga menyampaikan kekhawatiran mengenai dampak perang terhadap kondisi ekonomi global, termasuk dampaknya terhadap Indonesia.
Konflik di Timur Tengah dinilai memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas ekonomi dunia, seperti harga energi, perdagangan internasional, dan stabilitas pasar global.
“Perang ini sangat merugikan karena dampak ekonominya luar biasa. Masyarakat Indonesia berkepentingan agar pemerintah Amerika segera mengakhiri perang ini. Itu aspirasi Gus Yahya yang disampaikan kepada Duta Besar Amerika,” lanjut Gus Ulil.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga meminta penjelasan mengenai situasi terkini konflik, kepentingan Amerika Serikat dalam konflik tersebut, serta kemungkinan arah penyelesaian konflik ke depan.
PBNU, melalui pertemuan ini, berupaya berperan sebagai bagian dari masyarakat sipil global yang mendorong perdamaian dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
“PBNU melalui Gus Yahya telah menyampaikan aspirasi sekaligus mendengarkan perspektif Amerika. Kita menunggu perkembangan selanjutnya, apakah konflik ini dapat segera diselesaikan atau tidak,” jelas Gus Ulil.
Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat, Peter Mark Haymond, menyampaikan bahwa pemerintah Amerika Serikat sebenarnya telah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan pemerintah Republik Islam Iran dalam rangka meredakan konflik yang sedang berlangsung.
Ia juga mengakui bahwa dampak konflik tersebut dirasakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia.
“Kami berharap upaya ini dapat membuahkan hasil. Seperti disampaikan Gus Yahya, dampak perang terhadap masyarakat Indonesia, khususnya di sektor ekonomi, sangat nyata,” ujarnya.
Sebelum bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat, Gus Yahya juga telah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujerdi, di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menyampaikan solidaritas dan dukungan moral kepada masyarakat Iran yang terdampak konflik.
“Gus Yahya menyampaikan bahwa hati dan pikirannya tertuju untuk mendoakan bangsa Iran. Beliau berharap perang ini segera berakhir,” kata Ketua PBNU Rumadi Ahmad.
Selain itu, Gus Yahya juga mengunjungi Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, Syekh Faisal Abdullah Al-Amudi, di Kantor Kedutaan Kerajaan Arab Saudi di kawasan Kuningan, Jakarta, pada Selasa (31/3/2026).
Melalui rangkaian pertemuan dengan para duta besar dari negara-negara terkait konflik Timur Tengah, PBNU berupaya mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog antarnegara.
Gus Ulil menegaskan bahwa PBNU memandang dialog sebagai satu-satunya solusi rasional untuk menghentikan konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah.
Menurutnya, perang hanya akan merugikan semua pihak dan memperburuk kondisi ekonomi serta kemanusiaan di berbagai negara.
“Karena perang ini merugikan semua pihak, PBNU mendorong solusi diplomatik. Kami juga akan mengajak ormas Islam lain serta mendorong pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam upaya penyelesaian konflik di kawasan Teluk,” pungkasnya.
#OnBerita #GusYahya #PBNU #TimurTengah #ASIran #Diplomasi #PerangTimurTengah #NU #BeritaInternasional #PolitikGlobal #PerdamaianDunia
Penulis : Rizky Saptanugraha
Editor : Ali Ramadhan
