Penulis Panji Sukma Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Korban Ungkap Kronologi
On Berita – Jakarta – Kasus dugaan pelecehan seksual kembali menjadi perhatian publik setelah seorang penulis dan musisi berinisial PS dilaporkan melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang perempuan.
Dugaan ini mencuat setelah korban membagikan pengalamannya melalui media sosial dan menjadi perbincangan luas.
Korban, melalui akun media sosialnya, mengaku pertama kali mengenal PS pada Maret 2025.
Saat itu, ia tertarik untuk belajar menulis dan melihat sosok PS sebagai figur yang kompeten di bidang tersebut. PS dikenal sebagai penulis yang karyanya pernah diterbitkan oleh penerbit besar serta memiliki prestasi di ajang sastra nasional.
Awalnya, komunikasi antara korban dan terduga pelaku berjalan wajar.
Namun, seiring waktu, korban mulai merasakan adanya perubahan sikap dari PS yang dinilai mengarah pada perilaku tidak pantas.
Kronologi Dugaan Pelecehan
Korban menjelaskan bahwa pertemuan langsung pertama terjadi pada awal April 2025. Ia diminta datang ke rumah PS dengan alasan membahas tulisan.
Karena menganggap PS sebagai mentor, korban menyetujui ajakan tersebut.
Setibanya di lokasi, korban mengaku sempat diajak keluar sebelum akhirnya diarahkan ke kamar pribadi PS dengan alasan ruang kerja berada di tempat tersebut.
Dalam situasi tersebut, korban mengaku masih mempercayai PS sebagai sosok yang profesional.
Namun, setelah pertemuan tersebut, komunikasi yang terjalin disebut mulai mengarah pada hal-hal yang tidak wajar.
Korban mengaku menerima permintaan yang bersifat pribadi dan tidak pantas, termasuk permintaan foto tubuh serta pengiriman konten yang tidak diinginkan dari pihak terduga pelaku.
Korban juga menyebut bahwa dirinya sempat mengalami tekanan psikologis, sehingga merasa sulit untuk menolak permintaan tersebut.
Ia mengaku berada dalam posisi tidak nyaman, namun merasa terikat secara emosional dan tidak enak hati karena menganggap PS sebagai mentor.
Puncak Kejadian dan Dampak Psikologis
Menurut pengakuan korban, dugaan tindakan pelecehan tersebut mencapai puncaknya pada November 2025.
Ia mengklaim mengalami tindakan kekerasan seksual yang disertai dengan perlakuan verbal yang merendahkan.
Setelah berhasil keluar dari situasi tersebut, korban berusaha mencari dukungan dengan menghubungi orang-orang terdekat PS.
Namun, ia mengaku tidak mendapatkan respons yang diharapkan, bahkan justru menerima sindiran.
Kondisi tersebut mendorong korban untuk akhirnya berani mengungkapkan pengalaman yang dialaminya ke publik.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi bentuk peringatan sekaligus memberikan keberanian bagi korban lain untuk bersuara.
Belum Ada Tanggapan dari Terduga Pelaku
Hingga saat ini, PS belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait dugaan yang dialamatkan kepadanya.
Di sisi lain, akun media sosial miliknya terpantau telah diatur menjadi privat setelah kasus ini ramai diperbincangkan.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelecehan seksual yang terungkap melalui media sosial.
Banyak pihak mengingatkan pentingnya penanganan serius terhadap kasus kekerasan seksual, serta perlunya dukungan bagi korban agar berani melapor dan mendapatkan keadilan.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta menghormati proses hukum yang mungkin akan berjalan ke depannya.
#OnBerita #PelecehanSeksual #KasusViral #BeritaNasional #KekerasanSeksual #StopPelecehan #PerempuanBerani #IsuSosial
Penulis : Rizky Saptanugraha
Editor : Ali Ramadhan
